Mataram, (Lombok Fokus) – Menyikapi dan merespon situasi dan kondisi terkait insiden yang terjadi di Malang dan Surabaya Jawa Timur hingga menyebabkan timbulnya insiden di Papua, dilakukan doa bersama.
Doa bersama lintas agama dan etnis untuk persatuan indonesia dengan mengambil tema Kita Indonesia, Kita Bersaudara, Papua adalah kita tersebut diprakarsai oleh Ikatan Advokad Indonesia (IKADIN) Kota Mataram.
Doa untuk persatuan bangsa tersebut dihadiri oleh sejumlah OKP dan etnis lintas agama yang ada di wilayah Kota Mataram.
Tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan pemuda saja namun acara yang dihajatkan untuk menjaga eksistensi bernegara tersebut juga dihadiri oleh Rektor UNU NTB,Wakil Rektor III Unram,perwakilan UIN Mataran dan pihak pemerintah Kota Mataram
Dalam kesempatan tersebut pihak pemerintah Kota Mataram menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh IKADIN.
Mewakili Walikota Mataram, Kepala Kesbangpol, H Rudii Suryawan mengucapkan terimaksi atas terselanggaranya kegiatan.
,”Pak Walikota menyambut baik dan memberi apresiasi kepada IKADIN yang telah menggelar Doa Bersama lintas agama dan etnis,”ucapnya Kamis (22/8/2019) malam.
Karena itu pada kesempatan tersebut, H.Rudi mengajak semua elemen bangsa untuk bersama sama menjaga persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terjaga termasuk di Kota Mataram.
Dalam acara tersebut juga dikeluarkan 8 butir pernyataan sikap yang inti nya mengajak semua pihak untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta NKRI harga Mati.
Sementara itu ketua IKADIN Kota Mataram,Irfan Suryadinata mengatakan bahwa doa bersama kami pandang sangat penting dan urgent dilakukan untuk bersama sama. menjaga eksistensi dalam bernegara .
“dengan kehadiran kita semua punya komitmen untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan negara tercinta kita indonesia sebagai tempat kita hidup dan mencari nafkah,” ungkapnya.
“karena itulah maka KADIN dan oraganisasi lintas agama dan etnis mengambol langkah bersama agar kejadian yang terjadi di Malang dan Surabaya tersebuti di Kota Mataram.” Lanjutnya.
“Karema itlah maka penting duduk bersama dan untuk meneguhkan komitmen kebangsaan kita karena kita lahir dengan keberagaman.” Tutupnya.