Rahmat Hidayat sebut program unggulan zero waste gagal, Wagub NTB akui

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H Rahmat Hidayat saat diwawancara usai mengikuti paripurna DPRD NTB dalam rangka HUT NTB ke-63 pada, Kamis (16/12) di gedung DPRD NTB di Mataram.

Mataram (Detikntbcom) – Salah satu program unggulan Pemprov NTB yaitu program zero waste (sampah menuju nol) dinilai gagal oleh Anggota DPRI RI Dapil NTB II Rahmat Hidayat.

“Kalau program Industrialisasi kan masih berjalan. Untuk Zero Waste, saya nyatakan gagal karena masih banyak sampah dimana-mana, malah menyebabkan banjir bandang,” bebernya usai mengikuti rapat paripurna HUT ke-63 Provinsi NTB, di Gedung DPRD NTB, Kamis (16/12) di Mataram.

Lebih lanjut, anggota fraksi PDI Perjuangan tersebut menyampaikan, bahwa program Zero Waste banyak menyedot APBD. Menurutnya itu harus dipertanggung jawabkan.

Ketua PDIP NTB itu menyampaikan, program Gubernur dan Wakil Gubernur yang dikemas dalam NTB Gemilang, baru harapan daerah saja. Penilaiannya bukan sekarang, melainkan nanti saat evaluasi.

“Tadi ada yang menarik saat pimpinan sidang Hj Baiq Isvie Rupaeda berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo, karena telah membangun Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Ucapan itu perlu juga disampaikan oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat. Iya (masyarakat NTB harus berterima kasih) karena pak Jokowi fokus bangun daerah kita,” katanya.

Yang jelas lanjut Rachmat Hidayat, NTB Gemilang itu masih bersifat cita-cita saja. Menurutnya, penanganan sampah merupakan tugas Kabupaten/Kota, bukan Pemerintah Provinsi.

Namun, kaitan dengan kegagalan program Zero Waste itu sendiri, yang telah memakan banyak anggaran, harus dipertanggung jawabkan.

Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah usai mengikuti paripurna DPRD NTB, Kamis (16/12) di Mataram.

Sementara dikonfirmasi, Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah menepis anggapan itu, bahwa menurutnya sampah-sampah yang berserakan di pinggir-pinggir jalan nasional sudah tidak ada lagi sampah termasuk di pinggir pantai.

“Sekarang kita bisa lihat lagi di pinggir-pinggir jalan nasional jalan provinsi tidak ada lagi sampah. Kalau sebelumnya di beberapa titik itu ada sampah sekarang sudah tidak ada lagi sampah begitu juga yang di pantai. Tapi memang untuk sungai masih PR (pekerjaan rumah: red) besar kita,” ujar Rohmi menepis anggapan Rahmat Hidayat di lokasi yang sama.

Bukti dari realisasinya zero waste tersebut adanya peningkatan pengangkutan sampah dari tahun ke tahun. Tapi memang katanya seluruh desa/kelurahan yang ada di NTB minimal punya satu bank sampah. Proses edukasinya terus berjalan.

“Kita juga sudah ada aplikasi lestasi yang mana bisa mengedukasi masyarakat tentang Zero Waste dan NTB Hijau bisa lewat aplikasi itu,” jelasnya.

Namun, Rohmi mengakui, dalam merealisasikan NTB menuju sampah nol itu mustahil dilaksanakan.

“Kita memang mengakui bahwa memang sampah ini tidak bisa seperti misalnya kita menggerakkan program NTB Zero Waste tiba-tiba bersih semuanya. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat NTB bahwa memang program itu jalan terus,” tegasnya. (Iba)