Kades Oi Tui Wera dan istri caci maki aktivis mahasiswa lewat vidcon, sudah dipolisikan

Tangkapan layar Kades Oi Tui Kecamatan Wera Bima Sudirman Yussuf saat video konferens dengan korban M. Rizal, Jumat (17/12) malam.

Mataram (Detikntbcom) – Seorang Kepala Desa Oi Tui Kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB Sudirman Yussuf terlihat mencaci maki aktivis mahasiswa saat video konferens.

Video konferensi tersebut dilakukan oleh Kepala Desa ke nomor telepon seorang aktivis bernama Rizal yang tengah kuliah di Mataram dan langsung me-record-nya (merekam).

Dalam video record tersebut terdengar caci maki menggunakan bahasa ‘kebun binatang’.

Nuntu kataho lak*e (ngomong/bicara baik-baik anj*ng),” teriak diduga istri Kades yang tidak terlihat wajahnya saat vidcon pada Jumat (17/12) malam.

Saat Vidcon tersebut, terlihat Kades memakai kacamata dan tidak mengenakan pakaian.

Korban bersama penyidik Penyidik Polda NTB foto bersama saat melaporkan Kades pada, Sabtu (18/12) kemarin di Mataram.

Peristiwa tersebut sudah dilaporkan ke Polda NTB oleh korban. Sebagai barang buktinya sebuah video yang terlihat jelas seorang kades dan istrinya memaki-maki menggunakan bahasa kasar.

Awalnya, Rizal hanya meminta klarifikasi kepada Kepala Desa soal pengajuan proyek operasi nasional agraria (Prona) atas tanah saudaranya yang ada di Desa Oi Tui karena keluarganya sudah menyerahkan seluruh adminstrasi yang dipersyaratkan dalam pembuatan prona tersebut.

“Bahkan sudah dibayar Rp300 ribu dan dilakukan pengukuran bahkan sudah sampai dipatok, hanya saja sertifikatnya belum diserahkan oleh pihak desa Oi Tui,” jelas aktivis HMI ini, Minggu (19/12) di Mataram.

Ketua Umum HMI Komisariat Perisai Cabang Mataram ini meminta Kapolda NTB untuk mengatensi kasus penghinaan tersebut sampai adanya kepastian hukum.

“Ini harus diatensi. Dugaan penghinaan yang dilakukan Kades dan istrinya ini di luar dari adat ketimuran. Saya malu punya Kades semacam itu,” katanya.

Hingga berita ini dipublis, Detikntbcom masih berupaya mengkonfirmasi ke Kades atas peristiwa itu. (Iba)