KPH Toffo Pajo akui kayu sonokeling 131 kubik diambil paksa sejumlah oknum masyarakat, namun…

Ribuan kayu sonokeling berbentuk balok ditemukan KPH Toffo Pajo Soromandi bersama tim pada Januari lalu. (Istimewa)

Mataram (Detikntbcom) – Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Toffo Pajo Soromandi Farouk, angkat bicara soal hilangnya kayu temuan jenis sonokeling yang diduga diambil paksa oleh sejumlah oknum masyarakat Dompu.

Sebelumnya, media ini memberitakan kehilangan kayu tersebut dengan judul ‘Dewan NTB pertanyakan 30 kubik kayu sonokeling hilang di Dompu, diduga ada konspirasi’.

gambar Iklan

Baca juga: Dewan NTB pertanyakan 30 kubik kayu sonokeling hilang di Dompu, diduga ada konspirasi

Atas berita tersebut, Kepala KPH Toffo Pajo Soromandi membenarkan kayu tersebut hilang dan diambil paksa oleh oknum masyarakat, namun pihaknya dengan sigap melakukan pengamanan dibantu pihak terkait sehingga kayu tersebut bisa diamankan kembali.

“Benar, barang temuan tersebut diambil oleh oknum masyarakat namun dapat dikuasai kembali dengan sigap anggota KPH Toffo Pajo Soromandi dalam melakukan pengamanan dan berkoordinasi dgn berbagai pihak yakni KTH Mada Kolo, Pemerintah Desa setempat, Dandim 1614 Dompu dan Kapolres Dompu,” beber Farouk seperti siaran pers diterima media ini, Rabu 1 Maret 2023 di Mataram.

Farouk mengungkap, kayu jenis sonokling tersebut adalah kayu barang temuan yang akan dilelang melalui surat penetapan Pengadilan Dompu nomor : 01/Pen.id/2022/PN Dompu tanggal 22 Maret 2022 nantinya.

KPH Toffo Pajo Soromandi katanya, melakukan Koordinasi dengan Dinas LHK NTB untuk mengambil langkah-langkah percepatan pelelangan dalam upaya menjaga aset negara tersebut.

“Selanjutnya barang temuan yang telah dikuasai akan dilakukan validasi jumlah dan volumenya guna proses percepatan pelelangan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kayu tersebut berjumlah 30 kubik, namun setelah dikrocek ternyata sebanyak 131,198 M3.

“Volumenya sejumlah 131,198 M3 sebelum diganggu oleh masyarakat, selanjutnya kami melakukan upaya validasi untuk proses pelelanganya,” tutupnya. (Iba)