Ketum BARA AMIN Sinyalir Potensi Pengkondisian Suara Anies Hanya 20 Persen, Kecurangan Dinilai Masif

Ketua Umum Relawan BARA AMIN Farhan Algifari saat memberikan sambutan pada acara deklarasi BARA AMIN NTB, Jumat 17 Agustus 2023 di Kota Mataram.

DetikNTBCom – Ketua Umum Barisan Perubahan Anis Baswedan – Abdul Muhaimin Iskandar (BARA AMIN) Farhan Algifari melihat bakal ada potensi pengkondisian suara pasangan Capres – Cawapres nomor urut 1 pada Pilpres 2024 mendatang.

Pengkondisian tersebut ungkap Farhan, Suara Anis secara nasional dengan hanya meraih suara maksimal 20 persen.

gambar Iklan

Baca juga: Arif Kurniadin Pimpin Relawan BARA AMIN, Siap Menangkan Pasangan Anies-Cak Imin di NTB

“Kami melihat akan ada pengkondisian suara Anies hanya meraih suara 20 persen secara nasional. Itu disinyalir dilakukan oleh penyelenggara yaitu KPU dan Bawaslu,” ungkapnya saat menghadiri deklarasi Relawan BARA AMIN di NTB, Jumat 17 November 2023 malam di salah satu Kedai Kopi di Kota Mataram.

Upaya-upaya dugaan kecurangan dan pengkondisian tersebut ungkap politisi Partai Nasdem itu, sudah masif dilakukan. Dengan melihat suasana seperti itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi saksi atas semua peristiwa itu lalu memviralkannya.

“Inilah yang kemudian fokus utama kita baik partai politik pendukung untuk mengawal proses pemilu ini. Memastikan suara-suara di TPS mengintip praktek-praktek curang yang ada lalu diviralkan seluas-luasnya,” katanya.

Potensi kecurangan tersebut ungkapnya adalah informasi dari pusat, bahwa ada potensi kecurangan yang dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia.

“Kita melihat ada pembatasan suara Anies oleh penyelenggara Pemilu, apakah suara itu diarahkan kemana, kita gak tahu. Yang jelas suara Anies yang ditekan hari ini,” jelasnya.

“Penyelenggara yang dimaksud itu adalah Bawaslu dan KPU,” sambungnya.

Namun begitu, pihaknya menargetkan suara pasangan Capres Cawapres nomor urut 1 di NTB sekitar 60-70 persen karena melihat animo masyarakat cukup tinggi. “Itu sangat realistis kalau tidak ada kecurangan,” pungkasnya. (Red)