Pengukuhan PWPM NTB, Sekjen Najih Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dan Etika

Suasana pengukuhan Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah periode 2024-2026. (Iba/Ist)

DetikNTBCom – Pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) NTB periode 2022-2027 resmi dikukuhkan.

Pengukuhan tersebut digelar, Kamis Januari 2024 kemarin. Selain itu, pengukuhan juga dilakukan terhadap pengurus PW Nasyiatul Aisyiyah NTB.

gambar Iklan

”Semoga pengukuhan ini membawa kebaikan untuk kita semua,” kata Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah Najih Prastiyo.

Dalam pengukuhan tersebut, Najih berpesan kepada pengurus baru, mengenai peran pemuda dan kondisi kebangsaan. Katanya, muktamar terakhir telah merumuskan mengenai pemuda negarawan.

Sebagai instrumen Angkatan Muda Muhammadiyah jelasnya, Pemuda Muhammadiyah harus memiliki tiga kemampuan dasar, untuk menjadi pemuda negarawan. ”Yang pertama itu soal etika,” ujar Najih.

Ia menerangkan, etika yang dimaksud bukan berbicara soal kesopanan terhadap orang tua. Atau mengenai tata cara makan dan minum. Tetapi mengenai etika dalam aspek kenegaraan dan kebangsaan. Yakni etika yang mengedepankan akhlak dan keilmuan.

Kemudian, penting bagi Pemuda Muhammadiyah untuk melakukan kolaborasi dan elaborasi. Tentu dengan melibatkan seluruh elemen. Tidak serta merta, Pemuda Muhammadiyah berdiri sendiri untuk menyelesaikan program keumatan, kebangsaan, keadilan, hingga masalah-masalah sosial di sekitar.

”Tidak bisa berdiri tunggal. Butuh kolaborasi dengan segala unsur, elaborasi yang kuat,” tegasnya.

Kemampuan dasar yang kedua, Najih meminta Pemuda Muhammadiyah tidak boleh merasa paling benar, kemudian menyalahkan yang tidak sependapat. ”Misalnya, ada yang pilih partai A, terus jangan lantas menyalahkan yang pilih partai B,” jelas Najih.

Terakhir adalah mengenai aspek ilmu dan intelektual. Menurut Najih, aspek ini bisa menjadi titik awal untuk mengubah dan membangun struktur kebangsaan. ”Jangan pernah beranggapan bahwa (Pemuda) Muhammadiyah itu besar tanpa kolaborasi. Ini yang harus kita praktekkan dalam kehidupan bangsa dan negara,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PWPM NTB Ilham mengatakan, ada tiga agenda penting yang diusung pengurus baru. Yakni membangun kemandirian organisasi, diaspora kader, hingga advokasi dan kolaborasi.

”Kemandirian ini penting. Bagaimana peran Pemuda Muhammadiyah dimasifkan dalam berbagai sektor,” kata Ilham.

Untuk diaspora kader, sebagai upaya pengembangan dan distribusi potensi kader Pemuda Muhammadiyah dalam memberikan peran dan kontribusi positif terhadap masyarakat. Diaspora kader menjadi titik sentral dalam menghimpun, membina dan menggerakan potensi kaum muda.

Agenda ini menjadikan posisi Pemuda Muhammadiyah sebagai kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa. Diaspora kader diharapkan dapat merumuskan peta jalan dan arah bagi kader untuk menjadi elit dan memiliki peran strategis di berbagai bidang kehidupan. (Iba)