DPRD NTB Tekankan Meritokrasi dalam Penentuan Direksi PT GNE

Gedung Kantor PT Gerbang NTB Emas (GNE) di jalan Jl. Selaparang No. 60 Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. (Iba/Ist)
Gedung Kantor PT Gerbang NTB Emas (GNE) di jalan Jl. Selaparang No. 60 Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. (Iba/Ist)

Detikntbcom – Proses penentuan direksi definitif PT Gerbang NTB Emas (GNE) memasuki tahap krusial. Tim Panitia Seleksi (Pansel) telah menyerahkan 12 nama calon kepada Gubernur, Lalu Muhamad Iqbal, untuk dipilih menjadi Direktur Utama, Direktur Operasional dan Direktur Keuangan.

Penetapan direksi dinilai mendesak mengingat selama ini perusahaan daerah tersebut dipimpin pelaksana tugas (Plt) dengan kewenangan terbatas.

Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, menegaskan pentingnya proses seleksi yang berbasis meritokrasi. Menurutnya, figur yang terpilih harus memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak profesional dalam mengelola badan usaha milik daerah (BUMD).

“Penetapan pejabat definitif sangat mendesak. Kami berharap yang terpilih benar-benar berdasarkan kemampuan dan profesionalitas, bukan pertimbangan kedekatan,” ujarnya,

Ia menyebut semangat meritokrasi sejalan dengan tagline dan komitmen kepemimpinan Gubernur Iqbal dalam membenahi tata kelola BUMD di NTB.

Senada dengan itu, Sekretaris Komisi III DPRD NTB, Raden Nuna Abriadi, mengingatkan agar BUMD tidak dijadikan ruang kompromi politik. “BUMD bukan tempat parkir tim sukses. Gunakan parameter kualitas, kemampuan, dan rekam jejak dalam menentukan direksi,” tegasnya.

PT GNE sendiri bergerak di bidang produksi beton dan material konstruksi. DPRD berharap manajemen baru nantinya fokus pada penguatan bisnis inti tersebut, bukan melakukan ekspansi tanpa perhitungan matang.

Menurut Sambirang, produksi beton masih memiliki prospek yang menjanjikan dan selama setahun terakhir menjadi penopang operasional perusahaan, termasuk pembiayaan kegiatan harian dan gaji karyawan. Karena itu, ia mengingatkan agar diversifikasi usaha dilakukan secara hati-hati dan berbasis kalkulasi bisnis yang jelas.

Selain persoalan tata kelola, PT GNE juga masih menghadapi tantangan finansial, termasuk beban utang kepada pihak ketiga yang memengaruhi tingkat kesehatan perusahaan. Sorotan terhadap kinerja GNE bahkan sempat memunculkan rekomendasi penutupan perusahaan beberapa waktu lalu.

Namun, DPRD memberi ruang bagi strategi pembenahan yang tengah disiapkan pemerintah daerah. Mereka berharap, dalam satu hingga dua tahun ke depan, kinerja perusahaan dapat menunjukkan perbaikan signifikan.

DPRD menargetkan pada akhir Maret mendatang PT GNE sudah memiliki direksi definitif, sehingga perusahaan dapat bergerak lebih optimal. Bukan hanya dalam menghasilkan dividen bagi daerah, tetapi juga dalam memperkuat roda perekonomian masyarakat Nusa Tenggara Barat melalui sektor konstruksi dan infrastruktur.

Dengan proses seleksi yang kini memasuki tahap akhir, publik NTB menanti langkah Gubernur dalam menentukan arah baru bagi PT Gerbang NTB Emas ke depan. (Iba)