Detikntbcom — Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan pentingnya konsolidasi internal dan penguatan struktur partai hingga tingkat anak ranting untuk mempersiapkan Pemilu 2029.
Demokrat menargetkan kebangkitan politik di Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk mengembalikan capaian kursi legislatif yang pernah diraih pada periode sebelumnya.
Pesan tersebut disampaikan Herman Khaeron usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat NTB melalui mekanisme Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Jumat (16/10/2026).
Herman menjelaskan, penggunaan mekanisme Musdalub merupakan bagian dari percepatan agenda konsolidasi organisasi yang telah disepakati dalam kongres partai. Langkah tersebut diambil agar Demokrat memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik 2029.
“Dan ini sudah menjadi kesepakatan karena kita ingin ada percepatan untuk bisa mempersiapkan menjelang Pemilu 2029,” ujar Herman.
Menurut dia, pada periode sebelumnya pelaksanaan Musda sempat mengalami keterlambatan akibat sejumlah situasi, termasuk pandemi Covid-19 dan persoalan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat.
Karena itu, percepatan konsolidasi kali ini dinilai penting untuk memastikan seluruh struktur partai siap bekerja menghadapi agenda politik mendatang.
Mekanisme Musda dan Penentuan Ketua DPD
Herman menjelaskan, setelah pembukaan, Musda akan dilanjutkan dengan dua tahap persidangan. Dalam proses tersebut, hasil Musda akan diserahkan kepada DPP Partai Demokrat untuk diproses sesuai mekanisme organisasi.
Ia menegaskan, figur yang ditetapkan dalam Musda nantinya berstatus sebagai calon Ketua DPD terpilih, bukan langsung menjadi Ketua DPD definitif. Penetapan akhir tetap menjadi kewenangan DPP sesuai mekanisme partai.
Berdasarkan hasil verifikasi yang diterima DPP, Herman menyebut proses pemilihan Ketua DPD Demokrat NTB berpeluang berlangsung secara aklamasi.
“Dan hasil verifikasi sepertinya memang akan ada aklamasi,” katanya.
Meski demikian, Herman meminta seluruh pihak mengikuti tahapan persidangan hingga keputusan resmi ditetapkan.
Target Dua Kursi DPR RI, Demokrat Ingin Kembali Berjaya
Herman mengungkapkan, salah satu target politik Demokrat NTB ke depan adalah meraih sedikitnya dua kursi DPR RI. Menurut dia, target tersebut bukan sesuatu yang asing bagi partai karena Demokrat pernah mencatatkan capaian lebih besar pada periode sebelumnya.
“Kami keinginan bahwa minimal dua kursi ke DPR RI, itu hal yang biasa. Kami pernah tiga kursi 2009, kami pernah delapan kursi di DPRD,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Herman menekankan bahwa kerja politik tidak cukup hanya mengandalkan momentum menjelang pemilu. Partai harus membangun fondasi organisasi sejak sekarang, mulai dari penguatan struktur hingga tingkat anak ranting, peningkatan kapasitas kader, serta memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Ia juga meminta kader Demokrat tidak hanya berorientasi pada perebutan kursi legislatif, tetapi mampu menunjukkan kontribusi nyata melalui penyerapan aspirasi dan penyelesaian persoalan masyarakat.
“Dengan membangun struktur sampai tingkat anak ranting, dan terus mengeratkan diri, mensolidkan seluruh kader, meningkatkan kemampuan, dan meningkatkan peran-peran terhadap rakyat, membantu masyarakat, menyerap aspirasi, dan tentu menjadi solusi bagi rakyat,” kata Herman.
Menurut dia, konsolidasi yang kuat harus diikuti kerja nyata di tengah masyarakat agar keberadaan partai benar-benar dirasakan rakyat.
Belum Bahas Pilkada, Fokus Konsolidasi Internal
Terkait kemungkinan Demokrat mengusung kader untuk posisi politik tertentu di NTB, termasuk dalam kontestasi pemilihan kepala daerah, Herman menegaskan bahwa pembahasan tersebut belum menjadi prioritas.
Ia menyebut DPP saat ini masih berfokus pada pembenahan internal dan persiapan menghadapi Pemilu 2029. Adapun agenda Pilkada berikutnya, menurut dia, masih cukup jauh dan regulasi terkait pemilu juga masih dalam proses pembahasan.
“Kami belum berbicara Pilpres, belum berbicara NTB 1. NTB 1 kalau nanti, Pilkada itu 2031. Jadi masih lama sekali, undang-undangnya saja masih belum dibahas,” ujarnya.
Herman menegaskan, Demokrat tidak ingin mendahului tahapan politik maupun keputusan organisasi. Penentuan figur yang akan memimpin Demokrat NTB tetap menunggu hasil persidangan Musda dan keputusan DPP.
Ia kembali mengingatkan agar seluruh kader menjaga soliditas serta menjalankan arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), khususnya terkait penguatan kontribusi partai kepada masyarakat.
“Kita masih memulai pembentukan panjang untuk undang-undang pemilu. Nah, oleh karenanya, spirit kami mensolidkan dulu saja ke internal, konsolidasi ke internal,” kata Herman. (Iba)












