Hadi Gunawan Terpilih Aklamasi Pimpin Partai Demokrat NTB, Bersiap Hadapi Pertarungan Politik 2029

Hadi Gunawan saat menggelar konferensi pers didampingi Ketua DPC Kabupaten Bima Misfalah usai Musdalub Partai Demokrat NTB. (Iba)
Hadi Gunawan saat menggelar konferensi pers didampingi Ketua DPC Kabupaten Bima Misfalah usai Musdalub Partai Demokrat NTB. (Iba))

Detikntbcom – Mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Hadi Gunawan mengantongi dukungan bulat untuk memimpin DPD Partai Demokrat NTB periode 2026-2031.

Dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Demokrat NTB di Hotel Lombok Astoria, Kota Mataram, Jumat (16/10/2026) sore, Hadi menjadi calon tunggal setelah memperoleh dukungan penuh dari seluruh pemilik suara.

Hadi mendapat dukungan dari 10 Ketua DPC Partai Demokrat kabupaten/kota se-NTB dan satu suara dari DPD, sehingga total mengantongi 11 suara. Dukungan tersebut mengantarkannya sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Demokrat NTB untuk periode lima tahun mendatang.

Meski demikian, penetapan Hadi sebagai ketua definitif masih menunggu persetujuan dan surat keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Hadi menyebut kepercayaan yang diberikan para Ketua DPC dan jajaran partai di tingkat pusat sebagai sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kerja keras.

“Ini suatu penghargaan yang luar biasa menurut saya. Ini bentuk kepercayaan pusat kepada saya dan saya harus bekerja keras untuk kepentingan Demokrat yang ada di NTB,” kata Hadi seusai Musdalub.

Langkah awal yang akan dilakukannya adalah membenahi tata kelola organisasi dan membangun manajemen partai yang solid. Menurut dia, kekuatan organisasi menjadi modal penting untuk menghadapi agenda politik ke depan.

“Yang pertama saya lakukan adalah membantu DPD membangun manajemen yang bagus dan solid,” ujarnya.

Tunggu SK DPP, Kepengurusan Ditentukan Tim Formatur

Terkait susunan kepengurusan DPD Demokrat NTB periode 2026-2031, Hadi menegaskan pembahasannya akan dilakukan melalui mekanisme tim formatur yang melibatkan unsur pusat.

Menurut dia, tim formatur nantinya bertugas menentukan komposisi kepengurusan yang akan menjalankan roda organisasi Demokrat NTB.

“Nanti ada dibentuk formatur, dari pusat juga. Nanti ditentukan siapa-siapa orangnya. Itulah yang menentukan siapa-siapa pejabat yang ada di NTB ini,” jelasnya.

Hadi menekankan bahwa proses tersebut harus berjalan sesuai mekanisme demokrasi internal partai. Karena itu, susunan pengurus baru belum dapat dipastikan sebelum proses formatur selesai.

Ia juga mengingatkan bahwa dukungan bulat dalam Musdalub belum secara otomatis menjadikannya ketua definitif. Keputusan akhir tetap berada di tangan Ketua Umum Partai Demokrat melalui penerbitan SK.

Soal NTB Satu, Hadi Belum Berpikir ke Arah Itu

Di tengah dukungan politik yang menguat, Hadi juga ditanya mengenai kemungkinan dirinya didorong maju sebagai calon Gubernur NTB atau NTB Satu pada kontestasi politik mendatang.

Namun, mantan Kapolda NTB tersebut mengaku belum memikirkan langkah politik sejauh itu.

“Saya masih belum terpikir. Nanti kita lihat saja. Kalau rakyat menghendaki, ya kita akan menghormati keputusan rakyat,” katanya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Hadi saat ini memilih memusatkan perhatian pada konsolidasi internal dan penguatan organisasi Demokrat NTB sebelum berbicara lebih jauh mengenai peluang politik di tingkat provinsi.

Bidik Dua Kursi DPR RI, Demokrat NTB Siapkan Seleksi Ketat

Selain konsolidasi organisasi, Hadi juga menyoroti target perolehan kursi DPR RI yang harus diperjuangkan Partai Demokrat dari daerah pemilihan NTB.

Ia menyebut langkah awal yang akan ditempuh adalah melakukan verifikasi dan menjaring figur-figur potensial yang memiliki basis suara, integritas, serta rekam jejak baik di tengah masyarakat.

“Pertama yang kita lakukan adalah verifikasi, kemudian mencari orang-orang yang punya suara banyak, punya integritas, dan namanya baik di mata masyarakat serta sering membantu masyarakat. Itulah yang kita naikkan menjadi calon DPR RI untuk Demokrat,” tegasnya.

Hadi menekankan bahwa perjuangan meraih kursi legislatif tidak boleh hanya dibebankan kepada para calon. DPD dan seluruh jajaran partai harus ikut bekerja untuk memastikan kandidat yang diusung mampu bersaing dan meraih dukungan masyarakat.

“Kita tidak boleh membiarkan calon DPR RI ini bekerja sendiri. Harus dibantu oleh kita di DPD dengan berbagai cara,” ujarnya.

DPC Bima Siap Kawal Target Politik Demokrat

Dukungan terhadap Hadi juga ditegaskan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima, Misfalah. Ia menilai pernyataan dan arah kebijakan yang disampaikan Hadi sudah tepat serta menyatakan kesiapan untuk bekerja bersama membesarkan partai di NTB.

Misfalah menegaskan, seluruh jajaran DPC perlu bersinergi agar target perolehan kursi DPR RI dapat tercapai.

“Kami mendukung penuh. Kami akan bekerja sama untuk menghasilkan minimal dua kursi di NTB untuk DPR RI. Kalau bisa tiga, Pak Ketua,” kata Misfalah.

Dukungan tersebut menjadi salah satu modal awal bagi Hadi untuk mengonsolidasikan kekuatan partai setelah memperoleh dukungan bulat dalam Musdalub.

Dengan dukungan 11 suara dan status sebagai calon tunggal, Hadi kini menghadapi pekerjaan besar untuk memperkuat struktur organisasi, menyusun kepengurusan yang solid, serta meningkatkan daya saing Partai Demokrat NTB dalam perebutan kursi legislatif.

Penetapan resmi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTB periode 2026-2031 selanjutnya menunggu keputusan DPP. Jika telah definitif, Hadi akan memimpin konsolidasi partai untuk menerjemahkan dukungan internal tersebut menjadi kekuatan politik nyata di NTB. (Iba)