Beranda Pilkada Pilkada Mendatang Akan di Ramaikan Mahasiswa PPI UIN Mataram

Pilkada Mendatang Akan di Ramaikan Mahasiswa PPI UIN Mataram

34
0

Mataram |Pesta demokrasi 2020 mendatang sebentar lagi, Pilkada serentak akan di gelar di berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat.

Dalam rangka meningkatkan Kepedulian Mahasiswa dan Pemuda Terhadap Dinamika Politik Di Nusa Tenggara Barat, Himpunan Mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA), UIN Mataram Gelar Sekolah Pendidikan Politik. Rabo, 20/11/2019 Di Aula Stikes Yarsi Mataram.

Sekolah Pendidikan Politik yang di gelar di aula Stikes Yarsi Mataram itu di hadiri l langsung oleh Bapak Drs. Rasyidi dari Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) NTB dan Ibu Zuriati dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) NTB).

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pemikiran Politik Islam, Rizki Ajhelis  dalam sambutannya menyampaikan, penting bagi mahasiswa mendapatkan pendidikan politik, dia juga berharap mahasiswa tidak apatis terhadap perkembangan politik di Indonesia.

“kehidupan ini tidak lepas dari Politik, oleh karna itu akan pendidikan politik sangatlah penting untuk kita terapkan mualai dari sekarang. Saya berharap kepada semua yang hadir di sini untuk terus aktik mengkawal perkembangan politik di Indonesia, khususnya di, NTB tercinta ini” tuturnya.

Apresiasi yang luar biasa di berikan oleh Ketua Jurusan Pemikiran Politik Islam ( Zakaria Anshori ) terhadap terlaksananya kegitan tersebut.

“Sekolah Pendidikan Politik yang diselenggarakan oleh HMJ ini adalah merupakan rutinitas dari kegiatan mahasiswa. Dalam artian bahwa, mahasiswa memiliki beberapa program terkait dengan pendidikan politik maupun seminar dan sebagainya dalam waktu satu tahun. nah satunya adalah hari ini. Oleh karna itu apresiasi yang luar biasa saya sampaikan kepadanya pengurus HMJ yang telah melaksanakan acara ini”

Acara tersebut di buka langsung oleh Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, UIN Mataram (Ali Jadid Al-Idrus).

“Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama harus tuntas kuliahnya pada semester VIII, Paling lambat mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Wisuda semester IX” Tegas Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama ini, sembari membuka acaranya.

Sekolah Pendidikan Politik yang di ikuti ratusan mahasiswa FUSA itu, pertama di Narasumberi oleh Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri). Selanjutnya oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat (KPU NTB). Kegiatan tersebut berlangsung interaktif, terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang melemparkan pertanyaan.

www.lombokfokus.com
Iklan TOI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here