Detikntbcom – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadhan. Penyaluran MBG kepada siswa sekolah dan ibu hamil akan dilakukan seperti biasa, tanpa penghentian.
Kepastian tersebut disampaikan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Lombok, Muazzim Akbar, menjawab kekhawatiran masyarakat menjelang Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.
“Untuk pertanyaan bapak ibu, apakah pada bulan puasa MBG akan tetap disalurkan. Jawabannya jelas, untuk sekolah dan ibu hamil tetap disalurkan seperti biasa,” kata anggota komisi IX DPR RI Muazzim Akbar saat menggelar sosialisasi Program MBG di BLK DLN Mataram, Jumat (6/2/2026).
Muazzim menjelaskan, pengecualian hanya berlaku bagi santri dan santriwati di madrasah serta pondok pesantren. Untuk kelompok tersebut, penyaluran MBG akan disesuaikan dan dilakukan menjelang waktu berbuka puasa.
Lebih lanjut, mantan Ketua DPW PAN NTB itu menegaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi pelajar dan ibu hamil sebagai kelompok rentan.
“Program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memberi efek ekonomi yang signifikan,” ujarnya.
Saat ini, penerima manfaat Program MBG di Nusa Tenggara Barat hingga tahun 2025 tercatat mencapai 1,7 juta orang, sekaligus menyerap sekitar 31 ribu tenaga kerja di berbagai sektor pendukung.
“Kita akan terus menggencarkan sosialisasi program MBG agar manfaatnya semakin luas dan jumlah penerima terus bertambah,” tambahnya.
Terkait masih adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di NTB yang belum memenuhi standar pangan, Muazzim menyatakan dukungannya agar dilakukan peringatan dan pembinaan.
“Kami setuju SPPG yang belum memenuhi standar diberikan peringatan agar bisa melakukan peningkatan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). Tujuannya sangat baik, yakni memastikan kualitas pangan yang aman dan bergizi,” tegasnya.
Muazzim Akbar sendiri telah melakukan sosialisasi Program MBG di sejumlah wilayah di Pulau Lombok. Pada Jumat ini, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di dua lokasi sekaligus, yakni di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. (Iba)












