Setahun Iqbal-Dinda: Harapan Tumbuh dan Hutan Menanti Penyelamatan

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda.(Iba/Istimewa)
Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda.(Iba/Istimewa)

Detikntbcom – Kalender di meja kerja menunjukkan tanggal 20 Februari 2026. Tepat setahun yang lalu, Lalu Muhamad Iqbal dan Indah Damayanti Putri (Iqbal-Dinda) mengucap sumpah untuk memikul pundak harapan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Kini, setelah 365 hari berlalu, jejak langkah kepemimpinan mereka mulai meninggalkan bekas yang nyata.

Bagi sebagian orang, keberhasilan mungkin hanya deretan angka di atas kertas. Namun, di balik penurunan angka kemiskinan tahun 2025, ada senyum keluarga yang mulai melihat cahaya kesejahteraan. Berbagai penghargaan nasional hingga internasional yang diraih NTB setahun terakhir bukan sekadar pajangan di lemari birokrasi, melainkan pengakuan bahwa daerah ini sedang bergerak ke arah yang benar.

Suara dari Gedung Rakyat

Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, yang selama ini menjadi mitra sekaligus pengawas kebijakan, memberikan catatan yang menyentuh sisi reflektif. Sebagai sosok yang mengawal duet ini sejak masa koalisi, ia melihat ada semangat yang tak padam untuk membangun daerah.

“Penghargaan ini adalah bukti. Sebagai mitra, kami berdiri teguh mendukung setiap langkah gubernur untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Kita ingin tidak ada lagi warga NTB yang merasa ditinggalkan,” tutur Isvie dengan nada optimis.

Alarm dari Alam: Jangan Sampai Terlena

Namun, di balik selebrasi prestasi, ada pesan mendalam yang disampaikan Isvie. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak boleh membuat pemerintah “jumawa” atau terlena. Di tengah perubahan iklim yang kian nyata dan bencana yang menyapa berbagai pelosok negeri, NTB memiliki tantangan besar pada aspek ekologi.

“Pembangunan tidak boleh menyakiti alam. Hutan kita adalah napas kita,” tegasnya.

Isvie memberikan penekanan emosional pada pelestarian hutan. Baginya, setiap pohon yang teguh berdiri adalah benteng bagi masa depan anak cucu NTB. Ia meminta agar pembangunan dilakukan dengan hati, tanpa ada lagi penebangan sporadis yang merusak keseimbangan bumi Gora.

Menenun Janji Menjadi Bukti

Satu tahun memang waktu yang singkat untuk menuntaskan semua mimpi. Isvie menyadari bahwa janji-janji politik yang pernah diucapkan Iqbal-Dinda di atas panggung kampanye adalah utang yang harus dibayar kepada rakyat.

“Kita punya waktu lima tahun. Meski tidak semua bisa tuntas dalam semalam, kami percaya proses bertahap ini akan membawa kita pada muara yang sama: NTB yang makmur dan mendunia,” tambahnya.

Harapan besar kini digantungkan pada sinergitas antara eksekutif dan legislatif. Dengan stabilitas keamanan yang terjaga, mimpi tentang investasi yang maju dan masyarakat yang sejahtera bukan lagi sekadar angan.

Setahun telah berlalu, dan perjalanan masih panjang. Di bawah kepemimpinan Iqbal-Dinda, masyarakat NTB kini diajak untuk terus melangkah bersama—menjaga alam, merajut harmoni, dan menjemput hari esok yang lebih hebat. (Iba)