Profil Nadira Ramayanti, Polisi Aktif Polda NTB yang Terseret Isu Selingkuh dengan Bupati Dompu

Bupati Dompu Bambang Firdaus dan Nadira Ramayanti diduga selingkuhannya yang masih istri orang. (Iba/Istimewa)
Bupati Dompu Bambang Firdaus dan Nadira Ramayanti diduga selingkuhannya yang masih istri orang. (Iba/Istimewa)

Detikntbcom – Nama Nadira Ramayanti mendadak menjadi sorotan publik setelah beredarnya isu dugaan perselingkuhannya dengan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, di media sosial. Isu tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan menarik perhatian publik di Nusa Tenggara Barat khususnya Bima dan Dompu.

Nadira diketahui merupakan seorang anggota polisi aktif yang bertugas di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Ia lahir di Dompu pada 14 Januari 1998. Selain dikenal sebagai aparat penegak hukum (APH) latar belakang keluarga Nadira juga disebut cukup terpandang di daerah asalnya.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ibunda Nadira merupakan salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu. Latar belakang keluarga tersebut membuat sosok Nadira tidak sepenuhnya asing di lingkungan birokrasi daerah.

Dalam kehidupan pribadinya, Nadira diketahui menikah dengan Marga Harun yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB). Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki.

Nama Nadira kemudian ramai diperbincangkan publik setelah beredar isu dugaan perselingkuhannya dengan Bupati Dompu Bambang Firdaus. Isu tersebut menyebar luas di media sosial melalui berbagai narasi dan potongan percakapan yang memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi hal itu, Nadira akhirnya angkat bicara melalui sebuah klarifikasi terbuka. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan khusus dengan orang nomor satu di Kabupaten Dompu tersebut.

Menurut Nadira, komunikasi yang sempat terjadi antara dirinya dengan Bambang Firdaus hanya sebatas komunikasi biasa antara masyarakat dengan kepala daerah.

“Tidak pernah ada hubungan pribadi maupun hubungan khusus antara saya dengan Bapak Bupati Dompu. Komunikasi yang terjadi hanya sebatas komunikasi antara rakyat dengan pemimpinnya,” tegas Nadira dalam pernyataannya, Kamis 13 Maret 2026.

Ia juga menyebut bahwa berbagai narasi yang berkembang di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Meski demikian, isu yang menyeret nama Nadira bersama Bupati Dompu tersebut hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di ruang publik, terutama di media sosial.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bambang Firdaus terkait isu yang menyeret namanya bersama Nadira Ramayanti. Beberapa kali dihubungi lewat pesan singkat belum juga direspon. (Iba)