Usai Terpilih Ketum KONI NTB, Mohan Bidik Prestasi PON, Ajak Mori Hanafi Bersatu Bangun Olahraga

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menggelar konferensi pers usai terpilih menjadi Ketua Umum KONI NTB pada, Selasa 13 Oktober 2026 di Hotel Lombok Raya. (Iba)
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menggelar konferensi pers usai terpilih menjadi Ketua Umum KONI NTB pada, Selasa 13 Oktober 2026 di Hotel Lombok Raya. (Iba)

Detikntbcom – Mohan Roliskana resmi terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2030 setelah mengungguli Mori Hanafi dalam pemilihan yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Selasa (13/10/2026).

Mohan, yang juga menjabat Wali Kota Mataram, memperoleh 45 suara sah. Sementara Mori Hanafi, anggota DPR RI yang merupakan Ketua Umum KONI NTB periode 2022-2026, meraih 29 suara sah. Dengan demikian, terdapat selisih 16 suara di antara kedua kandidat.

Dalam pemilihan tersebut, tercatat dua suara abstain, masing-masing dari Ketua KONI Kabupaten Dompu dan KONI Pusat.

Usai terpilih, Mohan langsung menegaskan komitmennya untuk mempercepat konsolidasi organisasi dan mempersiapkan langkah strategis pembinaan olahraga NTB. Ia menyebut waktu yang tersedia relatif singkat sehingga penyusunan kepengurusan dan program kerja harus segera dilakukan.

“Pertama, kita akan segera mengonsolidasikan kepengurusan karena waktu yang diberikan sangat terbatas. Saya usahakan dalam dua minggu, kemudian dalam 30 hari ke depan seluruh persiapan kepengurusan bisa dirampungkan,” kata Mohan.

Menurut dia, percepatan konsolidasi menjadi langkah penting agar seluruh rencana kerja KONI NTB dapat segera berjalan, terutama dalam menghadapi agenda olahraga nasional yang membutuhkan persiapan matang.

Mohan juga menilai dinamika yang terjadi selama proses pemilihan merupakan bagian dari demokrasi organisasi. Meski sempat diwarnai perdebatan, ia mengapresiasi suasana yang kembali kondusif setelah pemilihan selesai.

Ia menegaskan, kepemimpinannya akan mengedepankan kebersamaan dengan melibatkan seluruh elemen olahraga di NTB, termasuk para pengurus cabang olahraga, atlet, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Saya tentu akan melibatkan semua teman-teman di dunia olahraga ini,” ujarnya.

Petakan Kekuatan Atlet, Bidik Prestasi PON

Mohan mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan kerangka perencanaan yang akan dijalankan secara bertahap selama masa kepemimpinannya. Pada 2026, fokus diarahkan pada pemetaan potensi atlet dan kekuatan cabang olahraga.

Selanjutnya, pada 2027, KONI NTB akan memasuki tahap pematangan dan pemilahan program pembinaan. Sementara pada 2028, perhatian akan diarahkan pada persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Adapun pada 2029, evaluasi terhadap program dan capaian prestasi akan dilakukan untuk memastikan pembinaan berjalan sesuai target. Pada 2030, Mohan berharap kepemimpinannya dapat meninggalkan warisan positif bagi perkembangan olahraga NTB.

“Kita harus merancang terlebih dahulu dan realistis melihat kondisi yang ada. Tetapi, tentu kita harus optimistis. Target kita bukan hanya PON sukses, melainkan pembinaan atlet juga harus berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemetaan atlet, pola kerja organisasi, serta kebutuhan masing-masing cabang olahraga akan menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan program kerja kepengurusan baru.

Menurut Mohan, perencanaan yang terukur diperlukan agar persiapan menghadapi PON dapat berjalan maksimal, meskipun waktu untuk membangun konsolidasi dan menyiapkan program relatif terbatas.

Rangkul Mori Hanafi, Utamakan Persatuan Olahraga NTB

Salah satu pesan penting yang disampaikan Mohan setelah terpilih adalah komitmennya untuk menjaga persatuan di tubuh KONI NTB. Ia mengaku telah berbicara dengan Mori Hanafi dan mengajak mantan ketua umum tersebut untuk bersama-sama membangun prestasi olahraga daerah.

“Saya sudah bicara dengan Mori, mari kita sama-sama,” ungkapnya. (Iba)