Detikntbcom — Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Bali-Nusa Tenggara periode 2025–2027, Zulhuda Apriadi, menegaskan komitmennya memperluas basis organisasi dan memperkuat gerakan ideologis HMI di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Zulhuda menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan usai dilantik sebagai Ketua HMI Badko Bali Nusra di Mataram, Sabtu (17/10/2026). Ia menilai, momentum pelantikan harus menjadi titik awal untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi HMI dalam kehidupan kebangsaan.
Menurut Zulhuda, HMI, khususnya organisasi yang dikenal dengan sebutan HMI MPO, perlu membangun kepercayaan diri dan menunjukkan karakter gerakannya di tengah dinamika organisasi kemahasiswaan.
“MPO harus percaya diri hari ini menurut saya. Harus berani menunjukkan bahwa MPO ini punya arah perjuangan, punya arah gerak tersendiri,” ujarnya.
Ia menilai, meskipun HMI MPO tidak sebesar organisasi kemahasiswaan lain dari sisi kuantitas, dinamika gerakan dan gagasan yang dibangun memiliki ruang tersendiri dalam menyampaikan pandangan kebangsaan kepada pemerintah maupun masyarakat.
Zulhuda juga menyoroti respons publik terhadap berbagai gerakan dan pandangan yang disampaikan HMI MPO. Karena itu, ia mendorong kader agar terus menjaga konsistensi perjuangan serta memperkuat gagasan yang berangkat dari nilai-nilai ideologis organisasi.
Perluas Cabang di Bali dan Nusa Tenggara
Zulhuda mengungkapkan, saat ini HMI MPO Badko Bali Nusra memiliki lima cabang. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas jangkauan organisasi di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
Ia menegaskan, kepengurusan yang dipimpinnya berambisi memperluas pembentukan cabang, terutama di Pulau Lombok, Bali, Pulau Sumbawa, hingga wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Ke depan MPO Bali Nusra akan terus melebarkan sayap organisasi, terutama di Lombok, di Bali, dan di Pulau Sumbawa, kemudian di NTT,” katanya.
Bagi Zulhuda, perluasan organisasi tidak boleh hanya berorientasi pada penambahan jumlah cabang dan anggota. Penguatan kaderisasi, konsolidasi internal, serta penanaman nilai-nilai ideologis harus berjalan beriringan agar pertumbuhan organisasi memiliki fondasi yang kuat.
Ia berharap, HMI MPO Badko Bali Nusra mampu memanfaatkan momentum saat ini untuk memperluas jangkauan gerakan hingga ke tingkat akar rumput.
Zulhuda juga menekankan pentingnya keberanian organisasi melakukan terobosan untuk membuka ruang pertumbuhan cabang baru, dengan tetap menjadikan kepentingan dan kemajuan HMI sebagai orientasi utama.
Bukan Hanya Besar secara Kuantitas
Lebih jauh, Zulhuda menginginkan HMI MPO tidak sekadar berkembang menjadi organisasi besar secara jumlah anggota, tetapi juga memiliki kekuatan pemikiran dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Dan saya pikir ke depan bukan saja HMI MPO ini menjadi organisasi yang besar, tapi mungkin bisa jadi paling besar. Dan itu komitmen kita. Bukan hanya besar secara kuantitas, tetapi juga besar juga pikirannya,” tegasnya. (Iba)










