Detikntbcom – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi mulai memperluas jangkauan bisnis hingga ke pasar internasional.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan sejumlah program pendampingan, promosi, hingga penjajakan bisnis dengan pembeli luar negeri untuk membantu produk UMKM menembus pasar ekspor.
Dorongan tersebut disampaikan Budi Santoso yang akrab disapa Mendag Busan saat berdialog dengan pelaku UMKM dalam kegiatan Bincang UMKM di Lapangan BaleKITA, Kota Mataram, Kamis (5/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Mendag mengajak pelaku UMKM NTB memanfaatkan berbagai fasilitas Kemendag, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengembangan desain kemasan, hingga perluasan akses pemasaran di dalam dan luar negeri.
“Kemendag terus memperkuat pendampingan UMKM melalui program peningkatan kualitas produk, pengembangan desain kemasan, serta fasilitasi akses pasar. Kemendag juga memperluas pemasaran produk lokal di pasar domestik melalui Program Pilihan Busan dan kerja sama dengan asosiasi ritel modern. Kami ajak UMKM di NTB untuk memanfaatkan berbagai fasilitas ini,” kata Budi.
Pilihan Busan Buka Jalan ke Pasar Internasional
Menurut dia, Program Pilihan Busan tidak hanya memberikan kesempatan kepada produk UMKM untuk masuk ke jaringan ritel modern di dalam negeri. Produk yang lolos kurasi juga berpeluang mendapatkan fasilitasi promosi melalui berbagai pameran perdagangan internasional.
Salah satunya melalui Trade Expo Indonesia (TEI), ajang perdagangan internasional yang diinisiasi Kemendag untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.
TEI ke-41 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 mencatatkan potensi transaksi mencapai USD 22,94 miliar. Dari jumlah tersebut, kontribusi UMKM tercatat sekitar USD 510 juta.
Capaian itu menjadi gambaran besarnya peluang produk usaha kecil dan menengah Indonesia untuk menjangkau pasar global melalui promosi dan fasilitasi perdagangan.
Potensi Transaksi UMKM BISA Ekspor Melonjak
Selain Program Pilihan Busan, Kemendag juga mengandalkan program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) untuk mempertemukan pelaku usaha dalam negeri dengan buyer internasional.
Melalui program tersebut, UMKM dapat mengikuti penjajakan bisnis atau business matching secara daring dengan memanfaatkan jaringan Atase Perdagangan (Atdag) RI dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di 33 negara.
Sepanjang Januari hingga September 2026, program UMKM BISA Ekspor mencatatkan potensi transaksi sekitar USD 361,5 juta. Angka tersebut meningkat dibandingkan potensi transaksi sepanjang Januari hingga Desember 2025 yang mencapai USD 134,87 juta.
“Kami membantu UMKM yang bisa memproduksi, tetapi kebanyakan tidak bisa berjualan. Akan kami carikan pasarnya di luar negeri melalui perwakilan perdagangan RI,” ujar Budi.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas, serta kesiapan ekspor produk UMKM daerah.
Menurutnya, kemampuan menghasilkan produk berkualitas perlu diimbangi dengan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar dan membangun jaringan pemasaran yang lebih luas.
Wagub NTB: Potensi Produk Lokal Harus Dimaksimalkan
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengapresiasi dukungan Kemendag dalam memperluas akses pasar bagi produk UMKM daerah.
Ia menilai NTB memiliki kekayaan budaya dan beragam produk unggulan yang berpotensi dikembangkan untuk menjangkau pasar internasional.
Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra usaha dinilai penting agar potensi tersebut tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Harapan kami, akan lebih banyak lagi potensi yang dimiliki Nusa Tenggara Barat, khususnya para pelaku UMKM, yang bisa dimaksimalkan untuk mendapatkan pasar,” ujar Indah.
Produk Cokelat Asal NTB Mulai Dilirik Buyer Asing
Peluang menembus pasar internasional tersebut mulai dirasakan pelaku UMKM NTB. Salah satunya Irma Firmana, pemilik Widah Berkah Sejahtera yang mengembangkan produk Coklat Anakrela.
Setelah lolos kurasi Program Pilihan Busan, produk Coklat Anakrela memperoleh kesempatan mengikuti TEI 2026. Keikutsertaan tersebut membuka sejumlah prospek bisnis dengan calon pembeli dari Malaysia, Jepang, dan Arab Saudi.
“Alhamdulillah, kami mendapat banyak prospek dari beberapa negara. Di antaranya ada Malaysia, Jepang, Arab Saudi, dan beberapa buyer lokal,” ungkap Irma. (Iba)












