Detikntbcom – Anggota Komisi V DPR RI Dapil NTB I, Mori Hanafi, memastikan proses pembangunan kembali Kantor DPRD NTB akan mulai dikerjakan pada akhir tahun 2026 dengan skema multi-year.
Menurutnya, saat ini proyek masih berada pada tahap perencanaan teknis yang ditargetkan rampung pada Juli hingga Agustus 2026.
“Perencanaan ditargetkan selesai sekitar Juli atau paling lambat Agustus. Setelah itu baru kita ketahui angka pasti kebutuhan anggarannya,” ujarnya, Ketua DPW Nasdem NTB itu, Kamis 2 April 2206 di Mataram.
Ia mengungkapkan, berdasarkan kesepakatan antara pimpinan DPRD NTB, Komisi IV DPRD serta Komisi V DPR RI dalam pertemuan di Jakarta baru-baru ini kata Mori, proses tender fisik akan tetap dimulai tahun ini.
“Targetnya tender fisik bisa berjalan September atau Oktober, sehingga pembangunan sudah bisa dimulai sekitar Desember 2026,” jelasnya.
Target Rampung Oktober 2027
Proyek pembangunan ini akan menggunakan skema tahun jamak (multi-year) yang diperkirakan berlangsung hingga 2027.
“Kalau dimulai akhir 2026, maka target paling cepat selesai itu Oktober 2027. Kita dorong agar akhir 2027 gedung sudah bisa dimanfaatkan,” katanya.
Ia juga meminta Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan dukungan anggaran pada 2027, khususnya untuk pengadaan perlengkapan dan fasilitas pendukung.
APBN Biayai Gedung, Daerah Siapkan Tambahan
Terkait pembiayaan, Mori menegaskan bahwa pembangunan fisik gedung akan ditanggung pemerintah pusat melalui APBN. Namun, untuk kebutuhan tertentu, pemerintah daerah tetap harus berkontribusi.
“Gedungnya dari pusat. Tapi untuk kebutuhan spesifik seperti furniture tertentu atau sistem pendukung, kemungkinan tidak semuanya bisa dibiayai APBN,” jelasnya.
Ia memperkirakan daerah perlu menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp5 – Rp10 miliar untuk melengkapi fasilitas tersebut.
“Kita sudah minta agar mebel utama juga ditanggung pusat, karena yang terbakar itu bukan hanya gedung, tapi seluruh isinya. Tapi mungkin tidak semuanya bisa dipenuhi,” tambahnya.
Desain Baru Lebih Luas dan Kental Kearifan Lokal
Mori juga memastikan bahwa gedung baru akan mengusung konsep kearifan lokal NTB dengan desain yang lebih luas dibanding sebelumnya.
Gedung lama direncanakan akan dibongkar dan posisi bangunan akan dimundurkan sekitar 20 meter dari titik awal.
“Lebarnya akan diperluas ke sisi kanan dan kiri. Tingginya kemungkinan tetap, tapi kapasitas dan fasilitasnya akan lebih lengkap,” katanya.
Selain itu, konsep baru juga mengakomodasi kebutuhan ruang kerja yang lebih representatif, termasuk kemungkinan setiap anggota DPRD memiliki ruang kerja sendiri.
DED Masih Disusun
Saat ini, Detail Engineering Design (DED) masih dalam tahap penyusunan. Setelah rampung, hasil desain akan dipresentasikan kepada DPR RI, DPRD NTB dan Gubernur NTB.
“Nanti setelah DED selesai, akan dipaparkan secara resmi. Di situ baru terlihat jelas desain, kapasitas, dan total anggarannya,” pungkasnya. (Iba)












