HMI–KOHATI Mataram Resmi Dilantik, PB HMI Tekankan Penguatan Kaderisasi dan Peran Strategis Menuju 2045

Ketua Komisi Lingkungan Hidup dan Kehutanan PB HMI Abdul Halik saat melantik pengurus HMI Cabang Mataram, Ranu 22 April 2026. (Iba)
Ketua Komisi Lingkungan Hidup dan Kehutanan PB HMI Abdul Halik saat melantik pengurus HMI Cabang Mataram, Ranu 22 April 2026. (Iba)

Detikntbcom  – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram dan Korps HMI-Wati (KOHATI) resmi dilantik dalam seremoni yang berlangsung khidmat di ruang utama paripurna DPRD Kota Mataram, Rabu (22/4/2026) malam. Pelantikan tersebut diwakili oleh Ketua Komisi Lingkungan Hidup dan Kehutanan PB HMI Abdul Halik, yang hadir mewakili Ketua Umum PB HMI.

Pelantikan HMI Cabang Mataram dipimpin oleh Hakim Bima Persada, sementara KOHATI Cabang Mataram dipimpin oleh Nurfinarti. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Mataram Abdul Malik, unsur OKP Cipayung Plus Kota Mataram, serta sejumlah senior dan alumni HMI, di antaranya Ibrahim Bram Abdollah dan Saiful Bahri dan sejumlah alumni lainnya.

Penekanan Kaderisasi sebagai Jantung Organisasi

Dalam sambutannya, Abdul Halik menegaskan bahwa HMI merupakan organisasi kaderisasi yang harus terus menghidupkan proses perkaderan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Setiap proses perkaderan harus terus dihidupkan, karena HMI adalah organisasi kader dan perjuangan. Di situlah letak kekuatan utama kita,” ujarnya.

Ketua Komisi Lingkungan Hidup dan Kehutanan PB HMI Abdul Halik saat menyamping sambutan usai melantik pengurus HMI Cabang Mataram, Ranu 22 April 2026. (Iba)
Ketua Komisi Lingkungan Hidup dan Kehutanan PB HMI Abdul Halik saat menyamping sambutan usai melantik pengurus HMI Cabang Mataram, Ranu 22 April 2026. (Iba)

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam kaderisasi, termasuk pemanfaatan teknologi sebagai sarana memperluas dampak organisasi, khususnya di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.

HMI Mataram Didorong Jadi Sentral Gerakan Mahasiswa

Abdul Halik berharap HMI Cabang Mataram ke depan dapat menjadi sentral gerakan mahasiswa, khususnya dalam melahirkan gagasan dan terobosan yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Cabang Mataram harus menjadi pusat gerakan yang mampu memberikan efek nyata bagi masyarakat dan mahasiswa. Nilai-nilai perjuangan harus terus ditanamkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar kader tetap menjaga sikap kritis dan tidak terjebak dalam popularitas semata.

Pesan Moral: Jaga Integritas dan Jejak Kepemimpinan

Dalam pesannya, Abdul Halik mengingatkan bahwa masa kepengurusan yang singkat harus dimanfaatkan secara maksimal dengan meninggalkan jejak yang baik.

“Satu tahun baik akan dicatat, satu tahun buruk juga akan dicatat. Jangan sampai meninggalkan jejak yang buruk. Waktu yang singkat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tegasnya.

Menurutnya, kepemimpinan di HMI bukan hanya soal jabatan, tetapi juga tanggung jawab moral sebagai teladan bagi kader-kader berikutnya.

Kader HMI Diproyeksikan Jadi Penggerak Indonesia 2045

Menyampaikan pesan Ketua Umum PB HMI yang berhalangan hadir, Abdul Halik menuturkan bahwa kader HMI saat ini diproyeksikan menjadi penggerak utama di berbagai sektor strategis menuju Indonesia Emas 2045.

“Kader hari ini harus menjadi penggerak di berbagai sektor akademik, pendidikan, politik dan lainnya. Masa depan bangsa ada di tangan kita,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kompleksitas tantangan ke depan menuntut kader HMI untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual dan menjaga integritas perjuangan.

Dukungan Alumni dan Tamu Undangan

Acara pelantikan berlangsung dengan penuh antusiasme dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk alumni dan tokoh-tokoh HMI yang hadir. Momentum ini diharapkan menjadi awal baru bagi kepengurusan HMI dan KOHATI Cabang Mataram dalam menjalankan roda organisasi secara progresif dan berkelanjutan.

Dengan pelantikan ini, HMI dan KOHATI Cabang Mataram diharapkan mampu memperkuat peran sebagai organisasi kader yang tidak hanya aktif di tingkat kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. (Iba)