Detikntbcom – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Daerah Pemilihan Bima, Dompu dan Kota Bima, Yasin, terus menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses yang digelar di sejumlah titik di wilayah dapilnya.
Politisi Fraksi Gerindra itu menegaskan seluruh masukan warga akan menjadi bahan perjuangan di DPRD NTB untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah.
Reses yang berlangsung sejak 5 – 12 Juni tersebut menyasar berbagai wilayah, mulai dari kawasan pesisir, pertanian hingga permukiman transmigrasi. Hingga memasuki hari ketiga pelaksanaan, Yasin telah mengunjungi sejumlah desa dan kelurahan untuk berdialog langsung dengan masyarakat.
“Reses ini menjadi momentum bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang muncul cukup beragam karena karakteristik wilayahnya berbeda-beda,” ujar Yasin, Senin 8 Juni 2026.
Beberapa lokasi yang telah dikunjungi antara lain desa Pandai dan Desa Donggo Bolo Kecamatan Woha, Desa Doro Melo Kecamatan Manggelewa, Desa Taloko dan Desa Piong Kecamatan Sanggar, Desa Kawinda Toi Kecamatan Tambora dan Kelurahan Jatibaru Timur Kecamatan Asakota Kota Bima.
Menurut Yasin, persoalan infrastruktur masih menjadi aspirasi yang paling dominan disampaikan masyarakat. Warga berharap adanya peningkatan akses jalan, pembangunan sarana penunjang ekonomi hingga fasilitas dasar yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari.
Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir banyak mengusulkan bantuan alat tangkap ikan guna meningkatkan produktivitas nelayan. Sementara warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani mengharapkan dukungan pemerintah terhadap penyediaan sarana pertanian dan kebutuhan peternakan.
“Untuk masyarakat pesisir, mereka meminta bantuan alat tangkap karena itu sangat mendukung aktivitas ekonomi mereka. Sedangkan di wilayah pertanian, warga mengusulkan penyediaan sarana air minum ternak dan pembangunan jaringan perpipaan agar kebutuhan air dapat terpenuhi,” jelasnya.
Politisi Gerindra itu juga mengungkapkan adanya keluhan dari masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi. Menurutnya, persoalan legalitas lahan masih menjadi masalah yang belum terselesaikan meski warga telah menempati wilayah tersebut selama puluhan tahun.
“Warga transmigrasi menyampaikan bahwa sampai sekarang masih banyak lahan yang belum memiliki sertifikat. Ini menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan kepastian hukum dan hak masyarakat atas lahan yang mereka tempati,” katanya.
Yasin menegaskan seluruh aspirasi yang dihimpun selama masa reses akan dibawa ke DPRD NTB untuk diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan masyarakat yang disampaikan dalam forum reses tersebut.
“Setiap aspirasi yang masuk akan kami inventarisasi dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Tujuan utama reses adalah memastikan suara masyarakat benar-benar sampai dan menjadi bagian dari proses pembangunan daerah,” tegasnya.
Kegiatan reses tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai menjadi sarana efektif untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi warga secara langsung kepada wakil rakyat. (Iba)












