Detikntbcom – Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi Partai Golkar, Efan Limantika, menggelar kegiatan reses masa sidang II tahun 2026 di sejumlah titik di Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kota Bima pada 5–15 Juni 2026.
Kegiatan reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di daerah masing-masing. Aspirasi yang muncul didominasi oleh kebutuhan sektor pertanian, peternakan, perikanan, penguatan UMKM, hingga peningkatan kualitas infrastruktur dasar yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Duta Gokar Kabupaten Dompu itu mengatakan, sebagai daerah yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan, warga Bima dan Dompu banyak menyampaikan harapan terkait peningkatan jaringan irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian, ketersediaan pupuk, serta pembangunan jalan usaha tani.
“Dari 11 titik masyarakat yang kami temui adalah petani dan peternak. Mereka berharap pemerintah terus hadir memperkuat sektor produksi agar hasil pertanian dan peternakan dapat meningkat dan memberikan kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Efan di sela-sela kegiatan reses, Selasa 9 Juni 2026.
Selain itu, masyarakat pesisir di sejumlah wilayah juga menyampaikan kebutuhan bantuan sarana penangkapan ikan, perbaikan fasilitas pelabuhan rakyat, serta dukungan bagi nelayan kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Di Kabupaten Dompu, aspirasi masyarakat lebih banyak berkaitan dengan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), peningkatan akses permodalan, pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda, serta penataan infrastruktur lingkungan dan drainase.
Menurut Efan, seluruh aspirasi yang dihimpun selama pelaksanaan reses akan menjadi bahan perjuangan politiknya di DPRD NTB melalui pokok-pokok pikiran dewan maupun pembahasan program bersama pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
“Kami hadir untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami inventarisasi dan perjuangkan sesuai kewenangan serta skala prioritas pembangunan daerah,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar yang baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Dompu periode 2025–2030 itu menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Karena itu, ia berkomitmen mengawal berbagai program yang menyentuh sektor produktif masyarakat, terutama pertanian, peternakan, perikanan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“Reses bukan sekadar agenda formal anggota dewan, tetapi menjadi sarana untuk memastikan suara masyarakat benar-benar menjadi bagian dari kebijakan pembangunan. Kami ingin aspirasi masyarakat Bima, Dompu dan Kota Bima dapat terakomodasi dalam program-program pemerintah ke depan,” katanya.
Kegiatan reses tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan melalui program pembangunan yang tepat sasaran. (Iba)












