Beranda Pariwisata ALLWishnutama dan Angela Tak Ada Terobosan, Taufan Rahmadi Singgung ‘Destinasi Super Prioritas’

ALLWishnutama dan Angela Tak Ada Terobosan, Taufan Rahmadi Singgung ‘Destinasi Super Prioritas’

11
0

Jakarta– Pegiat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi Founder Temennya Wisatawan mengaku belum melihat torobosan program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di bawah pimpinan Menteri Wishnutama dan Wamen Angela Tanoesoedibjo.

“Belum maksimal harusnya bisa lebih cepat dalam melakukan inovasi dan terobosan yang lebih hebat dari ini kita berharap agar beberapa bulan kedepan apa yang menjadi kebijakan pariwisata Indonesia itu benar – benar mampu menjawab tantangan yang ada,” ujar Taufan dilansir dari KedaiPena.Com, Senin, (17/2/2020).
Taufan mengatakan ada sejumlah indikator yang membuat kinerja Kemenparekraf di bawah pimpinan dua mantan bos stasiun televisi ini belum maksimal.
Pertama, kata Taufan, ialah soal progres dari lima destinasi super prioritas milik pemerintah. Lima destinasi tersebut antara lain ialah Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo
“Lima destinasi super prioritas progres baru hanya terlihat di Mandalika dan Labuan Bajo. Itu juga karena Mandalika karena ada persiapan motor GP 2021. Labuan bajo karena ada persiapan menjadi tuan rumah KTT G20 sedangkan yang lain masih belum terlihat,” sindir Taufan.
Selain itu, lanjut Taufan, ialah soal income pariwisata yang menurun akibat penyebaran isu virus corona dari China. Taufan menilai Menteri Wishnutama dan Wamen Angela belum menunjukkan terobosan terkait hal itu.
“Padahal tantangan terbesar pariwisata kita adalah segera melakukan langkah- langkah terobosan guna mencari market baru dari pariwisata kita untuk bisa mengantisipasi jatuhnya income pariwisata akibat virus corona,” papar Taufan.
Taufan mengatakan bahwa Wishnutama dan Angle belum dapat membuat terobosan terkait dengan masalah yang diakibatkan oleh penyebaran virus Corona tersebut.
“Tanya ke pelaku Industri wisata ketika Virus corona menyerebrak menjadi ancaman bagi pariwisata yang ada. Bagaimana pengelolaan pariwisata di daerah apakah sudah sesuai dengan standar amenitas yang diharapkan dan bagaimana tentang promosi pariwisata selama ini apakah sudah ada terobosan yang dilakukan,” tandas Taufan.
www.lombokfokus.com

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings