Hakim Bima Persada Resmi Nahkodai HMI Mataram 2026-2027, Tegaskan Gerakan Kolektif Kawal Kebijakan Publik

Ketua Umum HMI Cabang Mataram Hakim Bima Persada saat memberikan sambutan usai dilantik. (Iba)
Ketua Umum HMI Cabang Mataram Hakim Bima Persada saat memberikan sambutan usai dilantik. (Iba)

Detikntbcom – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram, Hakim Bima Persada, menegaskan komitmennya untuk mendorong gerakan kolektif berbasis intelektual dan advokasi kebijakan publik usai resmi dilantik, Rabu (22/4/2026) malam di ruang utama paripurna DPRD Kota Mataram.

Pelantikan dipimpin Ketua Komisi Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pengurus Besar HMI Abdul Halik mewakili Ketua Umum PB HMI yang berhalangan hadir.

Dalam pidato perdananya sebagai ketua umum, Hakim menyebut kepemimpinan yang diembannya bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar untuk mengembalikan marwah organisasi sebagai kekuatan moral dan intelektual.

Pengurus HMI Cabang Mataram periode 2026-2027 saat dilantik. (Iba)
Pengurus HMI Mataram periode 2026-2027 saat dilantik. (Iba)

 

“Ini bukan kehormatan pribadi bagi saya, tetapi amanah dan tanggung jawab besar selama satu tahun ke depan. HMI harus menjadi simbol cahaya penegak keadilan, bukan hanya tajam dalam simbol, tapi kuat dalam gerakan,” tegas Hakim.

Tekankan Gerakan Kolektif dan Kekuatan Politik Intelektual

Hakim menyoroti kondisi HMI dalam beberapa tahun terakhir yang dinilainya membutuhkan penguatan arah gerakan. Ia menekankan bahwa simbol perjuangan saja tidak cukup tanpa didukung kekuatan kolektif dan basis intelektual yang solid.

 

“Simbol saja tidak cukup. Kita butuh kekuatan kolektif. Diskusi-diskusi harus keluar dari ruang sempit dan menyasar isu-isu strategis, mulai dari kebijakan pemerintah kota hingga persoalan demokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, HMI Cabang Mataram ke depan harus aktif mengawal kebijakan publik, baik di ranah eksekutif maupun legislatif, dengan pendekatan berbasis kajian dan gerakan bersama.

Dorong Konsolidasi Komisariat dan Diskursus Kebijakan

Hakim juga menegaskan pentingnya penguatan komisariat sebagai basis kaderisasi dan produksi gagasan. Ia mendorong agar diskursus kebijakan menjadi agenda utama di setiap lini organisasi.

“Kita harus menghidupkan komisariat dengan diskursus kebijakan. HMI harus hadir mengawal kebijakan kolektif, baik di tingkat kota maupun daerah,” katanya.

Ia menambahkan, gerakan HMI ke depan harus berbasis kolaborasi, bukan kerja individual.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kepemimpinan ini membutuhkan kerja kolektif, sinergi, dan dukungan penuh dari seluruh kader,” imbuhnya.

Apresiasi Dukungan Senior dan Tokoh Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Hakim juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang hadir dan mendukung jalannya pelantikan. Di antaranya Ketua DPRD Kota Mataram Abdul Malik, unsur OKP Cipayung Plus, serta para senior dan alumni HMI seperti Ibrahim Bram Abdollah dan Saiful Bahri.

Ia secara khusus mengapresiasi kehadiran para senior yang dinilai tetap konsisten membimbing kader HMI di Mataram.

“Terima kasih kepada para senior yang terus kembali ke arena perjuangan dan memberikan arah bagi kami,” ucapnya.

Komitmen Perjuangan Berbasis Nilai dan Pengetahuan

Menutup pidatonya, Hakim menegaskan bahwa perjuangan HMI harus tetap berpijak pada nilai-nilai keilmuan dan keberpihakan kepada kepentingan umat dan bangsa.

“Pengetahuan harus menjadi dasar gerakan. HMI harus tetap berwawasan keumatan dan kebangsaan dalam setiap langkah perjuangannya,” pungkasnya.

Pelantikan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai elemen organisasi kepemudaan, akademisi, serta tokoh daerah yang memberikan dukungan terhadap kepengurusan baru HMI Cabang Mataram periode 2026–2027. (Iba)