Beranda Pariwisata Pontensi Pengembangan Ekonomi Di Wilayah Pantai Areguling

Pontensi Pengembangan Ekonomi Di Wilayah Pantai Areguling

20
0
Bathin, Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam, Universitas Nahdlatul Ulama NTB

LOMBOK FOKUS | Wilayah pantai areguling merupakan salah satu distinasi wisata yang ada di wilayah desa tumpak kecamatan pujut kabupaten lombok tengah.Selain menjadi tempat wisata tempat ini juga, sekalgus menjadi tempat tinggal para nelayan dipesisir pantainya yang aktivitas sehari harinya hanyalah melaut ( menangkap ikan) untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari harinya. 
        
Jadi, berdasarkan data yang saya peroleh dari hasil survei lapangan, pontensi pengembangan ekonomi diwilayah pesisir pantai areguling ini sangat mapan, karena didukung oleh banyaknya kekayaan kekayaan alam dan kearifan lokal yang masih alami atau belum tercemar oleh apapun, seperti penaikan air laut untuk diolah menjadi garam, budi daya rumput laut, dan menangkap ikan untuk dijadikan ikan asin.
Selain itu juga, masih banyak potensi potensi  yang ada dipesisir pantai areguling, terutama dibidang pariwisata, namu padal hal ini perlu juga dengan adanya penunjang fasilitas wisata itu sendiri disamaping itu juga harus didukung oleh usaha usaha kecil seperti, warung makan, warung oleh oleh dan kerajinan khas daerah selatan. Nah, semua hal hal yang menjadi penopang untuk memajukan ekonomi berbasis kearifan lokal didaerah tersebut dan bisa difasilitaskan dengan baik maka lambat laun daerah wisata pantai areguling ini akan menjadi distinasi wisata terfavorit yang ada dilombok tengah nusa tenggara barat.
Tidak hanya itu juga, perkembangan ekonomi diwilayah tersebut sudah mulai membaik walaupun sedikit demi sedikit, dengan mengakunya para pelaku usaha usaha kecil, dan pendapatan perharinya berkisar antara Rp 500,000- 700,000.Sehingga masih banyak sekali peluang peluang yang masih bisa dikembangkan didaerah tersebut. 
Upaya mewujudkan daerah pariwisata perlu juga dilakukan pemberdayaan diseluruh sektor yang ada, serta masyrakat pada umunya.Upaya yang dimaksudkan disini adalah agar dapat memperkaya khazanah daya tarik wisatawan asing, dan keanekaragaman daya tarik akan sangat penting dalam pengembangan industri pariwisata.Oleh karena itu, perlu adanya pengoptimalan diberbagai potensi yang ada tanpa merusak nilai nilai kearifan lokal dan budaya, serta lingkungan. Namun dari beberapa aspek pengembangan ekonomi dikawasan pantai areguling, ada beberapa poin yang dijalankan tidak sesuai dengan syariat islam.
1. kearifan lokal dari aspek berpakaian, tidak ada pengelolaan yang mewajibkan pengunjung untuk berpakaian yang sopan dan hal itu juga tidak sesuai dengan filosofi hidup, sedangkan dari pengelola cara berpakaianya sudah terlihat sopan dan rapi
2. Sampah, sampah merupakan limbah rumah tangga baik bekas produksi maupun konsomsi dapat dibayangkan jika lingkungan tidak terjaga akan dapat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat dan lingkungan juga. 
       
Oleh karena itu, hal hal tersebut harus mendapat perhatian dari pemerintah karena kawasan wisata pantai areguling adalah satu satunya distinasi wisata yang ada didesa tumpak yang jika diperhatikan maka akan menghasilkan baik dan jika tidak diperhatikan maka akan berdampak buruk pula.
Jadi, pengembangan ekonomi dikawasan ini sedang menunjukan pengembangan ekonomi yang berbasis kearifan lokal jika dilihat dari kedua indikator tersebut, pembangunan ekonomi faktanya sudah berkembang namun belum mencapai dengan apa yang diharapkan. Dari kedua poin yang diatas penulis menganggap sangat urgen untuk dikaji lebih dalam demi kemaslahatan bersama, melalui sinergitas pemerintah masyarakat dan pengusaha pengusaha  kecil yang menjadi pendukung kemajuan ekonomi ini, akan terus menjadikan pembangunan ekonomi tidak hanya kearifan lokal saja, akan tetapi juga  harus berbasis syariah.
www.lombokfokus.com

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings