Beranda Breaking News Minta bebaskan Banbinsa, pemuda Monta sampaikan surat terbuka untuk KASAD Andika Perkasa

Minta bebaskan Banbinsa, pemuda Monta sampaikan surat terbuka untuk KASAD Andika Perkasa

2534
0
Babinsa Koramil 1608-07/Monta Kodim 1608/Bima Serka Sahrullan terlihat berada di sel tahanan di Subdenpom IX/2-2 Bima lantaran menegur warganya yang memakai knalpot racing dengan memaksa menempelkan suara knalpot tersebut ke telinga warga viral di aplikasi TikTok, Minggu (15/8) kemarin

Kabupaten Bima (Detikntbcom),- Penahanan Babinsa Koramil 1608-07/Monta Kodim 1608/Bima Serka Sahrullan di Subdenpom IX/2-2 Bima lantaran menegur warganya yang memakai knalpot racing dengan memaksa menempelkan suara knalpot tersebut ke telinga warga viral di aplikasi TikTok.

Menurut Kadispenad dikutip dari akun resmi TNI Angkatan Darat, kejadian tersebut bermula dari kegiatan razia sepeda motor berknalpot racing oleh anggota Koramil Monta bersama  Bhabinkamtibmas setempat dan mengamankan satu motor dengan pemiliknya.

“Saat diamankan di Posramil Monta Selatan salah satu Babinsa Serka S menghukum pesepeda motor tersebut dengan mendekatkan telinganya tepat pada lubang knalpot motor racing,” jelas akun resmi TNI AD itu.

Menurut akun tersebut, proses hukum terhadap oknum prajurit tersebut sudah sesuai dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa bahwa tidak ada penyelesaian selain proses hukum bagi setiap prajurit TNI AD yang terbukti melanggar.

Atas penahanan Babinsa dikenal baik tersebut, pemuda Monta Dalam menulis surat terbuka disampaikan kepada Komandan Subdenpom IX/2-2 Bima, Danrem 162/WB hingga Kepala Staf Angkatan Darat Andika Perkasa.

“Jika TNI-AD yang bertugas di lapangan sebagai Babinsa harus menjalani proses hukum karena dianggap melakukan kewenangan tugas di luar ketentuan, lalu kepada siapa rakyat harus meminta jaminan Keamanan dan ketertiban melainkan kepada alat negara (TNI-POLRI) yang memang sudah diberikan tugas dan kewenangan untuk itu,” kutipan isi surat terbuka tersebut diunggah akun Facebook @Ukan Polos, Selasa (17/8) kemarin.

Hingga berita ini dipublis, banyak yang memberi dukungan. Akun @Abu Bakar mengomentari postingan tersebut memberikan dukungan terhadap Babinsa.

“Klo babinsa tsb tdk dibebaskan keadaan akan semakin buruk kejahatan akan terjadi di mana2,” tulis akun itu.

Berikut surat terbuka pemuda Monta Dalam untuk Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa.

Yang Kami Hormati,
1. Kepala Staf Angkatan Darat, Bapak Jenderal TNI Andika Perkasa,
2. Danrem 162/WB
3. Komandan Denpom IX-2/Mataram
4. Dandim 1608/Bima
5. Komandan Subdenpom IX/2-2 Bima

Kami Pemuda dan Masyarakat Monta Selatan (Kecamatan Monta) Kabupaten Bima, meminta untuk mempertimbangkan kembali terkait penahanan TNI – AD Serka Sahrullan Babinsa Koramil 1608-07/Monta Kodim 1608/Bima yang sekarang telah di tahan di Subdenpom IX/2-2 Bima, dengan alasan penahanan karena Video yang viral di aplikasi Tiktok yang telah diberita/ yang dirilis melalui unggahan Medsos Akun Facebook dan Akun Instagram Milik TNI Angkatan Darat pada Senin 16 Agustus 2021 yang dimana Persoalan tersebut disimpulkan oleh Polisi Militer sebagai Tersangka kasus tindak pidana Penganiayaan.

Tapi Menurut kami apa yang telah di lakukan oleh Babinsa sudah sangatlah benar dan kami sangat mendukung lebih dari 1000%, bukan tanpa dasar Babinsa Serka Sahrullan melakukan nya melainkan atas permintaan dari semua elemen masyarakat yang merasa resah atas maraknya muda mudi penggunaan motor dengan Knalpot Racing dan juga hal tersebut memang sudah menjadi tugas dan kewajiban Babinsa untuk menjaga Ketertiban di tengah-tengah masyarakat.

Bapak KASAD dan Bapak Bapak Komandan yang kami Hormati.

Langkah yang dilakukan oleh satuan TNI AD sudah sangatlah benar  dan kami mendukung Seperti Pernyataan Bapak KASAD kepada Media Bahwa “tidak ada penyelesaian selain proses hukum bagi setiap prajurit TNI AD yang terbukti melanggar”. Untuk itu  kami angkat topi, tapi tolong bapak bedakan kasus yang di alami oleh Babinsa Serka Sahrullan dengan kasus kasus lainnya.

Bapak KASAD dan Bapak Bapak Komandan yang kami Hormati.

Jika persoalan ini di Anggap Pelanggaran maka kami juga menganggap sangatlah berlebihan (Mohon ditinjau ulang kronologi dan fakta yang terjadi di lapangan), jika TNI-AD yang bertugas di lapangan sebagai Babinsa harus menjalani proses hukum karena dianggap melakukan kewenangan tugas di luar ketentuan, lalu kepada siapa rakyat harus meminta tentang jaminan keamanan dan ketertiban melainkan kepada alat negara (TNI-POLRI) yang memang sudah diberikan tugas dan kewenangan untuk itu.

Oleh karenanya, sekali lagi dalam hal ini mohon untuk ditinjau ulang dan dikaji lebih mendalam tentang kronologi kasus tersebut.

Bapak KASAD dan Bapak Bapak Komandan yang kami Hormati.

Saat ini Kami sudah mulai merasakan kenyamanan dengan keberadaan dan tingkat kinerja Baik Babinsa dan Babinkantibmas serta didukung lagi dengan adanya bangunan POSRAMIL dan POSPOL Wilayah Monta Selatan (Kecamatan Monta).

Sehingga Dalam hal ini kami meminta Jangan biarkan Rakyat kehilangan arah dalam menerjemahkan negara yang kita cintai ini ke arah yang tidak benar. Pembiaraan terhadap cikal bakal pelaku kejahatan sama halnya memupuk tumbuh suburnya kejahatan di negeri ini.

Bapak KASAD dan Bapak Bapak Komandan yang kami Hormati.

Dengan hormat kami meminta untuk secepat mungkin Babinsa Serka Sahrullan untuk dibebaskan dari proses Hukum dan dikembalikan untuk bertugas sebagai Babinsa Koramil 1608-07/Monta Kodim 1608/Bima serta Babinsa Serka Sahrullan diberikan penghargaan karena telah menjalankan tugas dengan maksimal.

Apabila persoalan ini terus di biarkan berlarut larut justru kami boleh berpendapat bahwa Negara telah Melemahkan fungsi dan peran TNI Dimata Rakyat.

#GerakanBebaskanBabinsa
#TNIKuatBersamaRakyat

(Iba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here