Bank MANTAP Mataram latih pensiunan jadi calon enterpreneur sukses

Relationship Officer Pensiun (ROP) Bank Mandiri Taspen Cabang Mataram Putu Crisdandi (tengah) bersama mentor dari UD Griya Trigona yaitu Ida Bagus Wiradharma saat memberikan sambutan pada acara pelatihan 15 pensiunan di Pondok Darul Qur'an Bengkel Kediri Lombok Barat, Kamis (25/11) pagi.

Lombok Barat (Detikntbcom) – Sedikitnya 15 pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) diberikan pelatihan berwirausaha (enterpreneur) oleh Bank Mandiri Taspen (MANTAP) Cabang Mataram.

Pelatihan yang bertajuk Wirausaha Mantap Sejahtera Hidroponik dan Budidaya Lebah Trigona, Raih Masa Pensiun Sehat, Aktif dan Sejahtera dengan Berwirausaha yang digelar di Pondok Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat, Kamis (25/11) pagi tersebut menjadikan para pensiunan baik dari Bank MANTAP itu sendiri maupun pensiunan ASN termasuk pensiunan TNI – Polri.

Relationship Officer Pensiun (ROP) Bank Mandiri Taspen Cabang Mataram Putu Crisdandi menjelaskan bahwa latihan berwirausaha untuk para pensiunan ini, supaya di masa pensiunan mereka ada kegiatan yang produktif yang bisa menghasilkan bagi keuangan mereka.

“Setelah pensiun mereka kebanyakan diam, nah itu penyakit bagi mereka. Oleh karena itu kita berdayakanlah mereka seperti pelatihan wirausaha agar mendorong mereka berwirausaha biar ga diam setelah pensiun,” katanya di lokasi acara pelatihan yang digelar di Pondok Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat, Kamis (25/11) pagi.

Ia menambahkan, tujuan utama pelatihan itu adalah mendorong komunitas-komunitas wirausaha seperti motto Bank Mandiri Taspen yaitu tiada kata pensiun untuk berkarya.

“Nah itulah yang memotivasi kita untuk mengadakan pelatihan ini setiap tahun. Untuk pertama kalinya pelatihan dilaksanakan secara offline karena pelatihan awal tahun kemarin dilakukan secara online karena pandemi,” jelasnya.

Beberapa usaha yang diberikan pelatihan tersebut antara lain budidaya madu trigona, hidroponik dan ternak ayam yang dibiayai lewat Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mandiri Taspen.

“Jadi kita menggelar pelatihan ini dari hilir ke hulu. Dari pembekalan, sosialisasi kemarin di KLU dan sekarang prakteknya. Setelah itu mereka mengembangkan usahanya Trigona atau hidroponik,” ungkapnya.

Pascapanen, para mentorship Bank Mandiri Taspen wajib membelinya, karena para mentorship tersebut kebutuhannya bahan bakunya sangat banyak, sehingga mereka kewalahan untuk mencarinya.

“Jadi kita ajak kerjasama seperti itu. Jadi si pensiunan tidak bingung jualnya. Jadi mentor kita wajib beli karena kami sudah MoU. sampai panen mereka bisa lepas ke pasar bebas,” bebernya.

Terhitung seluruh Indonesia, pensiunan yang sudah berhasil mengembangkan usahanya sekolah sekitar 82 orang, namun di NTB masih minim. Oleh karenanya mereka genjot pelatihan tersebut hingga mereka bisa mengembangkan usahanya secara mandiri.

“Kalau di NTB baru satu orang usahanya ternak ayam dan bebek,” tutupnya.

Untuk usaha Trigona langsung dimentori oleh UD Griya Trigona yaitu Ida Bagus Wiradharma yang memberikan pelatihan dan semangat. Terlihat belasan pensiunan tersebut semangat dalam menerima pelatihan itu. (Iba)