Pemerintah diminta permudah akses permodalan bagi masyarakat

Anggota Komisi II DPRD NTB Made Slamet.

Mataram (Detikntbcom) – Bergeraknya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki andil besar dalam mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Made Slamet menyebutkan bahwa masyarakat yang bergerak di sektor UMKM belakang ini bernafas lega setelah dua tahun terdampak oleh pandemi covid-19. Dimana usaha pelaku UMKM mulai menggeliat.

Menurutnya, membaiknya pergerakan UMKM ini harus dibarengi dengan pembinaan dan penguatan permodalan secara merata. Sebab tidak sedikit dari pelaku usaha mikro kecil yang belum bisa mengakses bantuan modal untuk meningkatkan usahanya.

“Bantuan permodalan dari pemerintah ataupun pihak perbankan kebanyakan didapatkan oleh pelaku usaha menengah keatas. Sementara mikro kecil ini agak jarang memperolehnya karena terkendala persyaratan,” ujar Politisi PDIP NTB ini pada Sabtu, 11 Juni 2022.

Made mengatakan, usaha kecil ini kerap kesulitan mendapatkan bantuan penguatan modal karena alasan klasik persyaratan administrasi yang kurang lengkap.

Menurutnya, para pedagang kecil seperti pedagang serabi, rujak, dan pedagang keliling yang perputaran ekonominya sangat cepat ini seharusnya diberikan kemudahan.

Namun, hanya sebagian kecil saja yang dapat mengakses bantuan permodalan karena tidak memiliki persyaratan yang dibutuhkan sehingga harus banting tulang dalam mempertahankan kegiatan usahanya.

“Sudah berbusa-busa mulut kami ini menyampaikan ke pemerintah, agar mikro kecil ini bisa mengakses bantuan modal. Kami dengan dana aspirasi sudah dianggarkan untuk membantu pelaku usaha mikro kecil ini,” sebut anggota DPRD Dapil Mataram ini.

Untuk itulah pihak berharap agar ada kemudahan yang diberikan sehingga para pelaku usaha mikro kecil ini semakin eksis berusaha.

“Bergerak dinamisnya kegiatan usaha mikro kecil, tidak hanya akan memberi berkah bagi pelaku usaha itu sendiri tapi juga membantu pemerintah dalam menekan pengangguran dan kemiskinan,” pungkas Ketua DPC PDIP Kota Mataram ini. (Iba)