Museum NTB Apresiasi Belanda Jika Serahkan Harta Karun ke Lombok, Ahmad Nuralam: Bisa Jadi Hadiah HUT NTB

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam. (Istimewa)

DetikNTBCom – Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Ahmad Nuralam menyambut baik kebijakan Pemerintah Belanda jika benar menyerahkan kembali kekayaan masyarakat Lombok berupa sejumlah harta karun milik kerajaan di Pulau Lombok dulu.

“Saya mengapresiasi langkah pemerintah Belanda yang secara sukarela mengakui adanya harta karun milik kerajaan di Lombok dan ingin menyerahkannya kembali ke Indonesia,” kata Alam sapaannya, Senin 10 Juli 2023 di Mataram.

Alam berharap, setelah diserahkan oleh Pemerintah Belanda ke pemerintah Indonesia nantinya pihaknya berharap harta karun itu diserahkan ke Lombok. Ini juga nantinya menjadi hadiah ulang tahun NTB ke-65 tahun 2023 ini.

“Saya kira jika ini benar, maka itu menjadi salah satu hadiah HUT NTB yang tidak ternilai harganya,” katanya.

Pihaknya juga berharap, pemerintah Indonesia menyerahkan harta karun itu ke masyarakat Lombok atau minimal bisa dipinjam pakai untuk dilihat oleh masyarakat Lombok karena itu kekayaan milik masyarakat NTB.

“Nantinya bisa ditampilkan di sebuah acara pertunjukan atau event-event tertentu, supaya bisa dilihat oleh masyarakat NTB,” katanya.

Sebelumnya Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah angkat bicara perihal rencana pengembalian harta karun Lombok yang merupakan harta rampasan masa penjajahan Belanda.

“Perlu dilihat, dicermati, jangan sampai nanti kita harapan harta karun. Nanti kita lihat detailnya seperti apa. Jangan sampai nanti kita GR duluan kan nggak dapat apa-apa kita,” kata Zulkieflimansyah.

Yang juga tak kalah berharga, kata Gubernur Zul adalah peninggalan berupa dokumen dan manuskrip sejarah. Hal itu, bisa menjadi bahan napak tilas sejarah Pulau Lombok.

“Kan harta karun enggak harus berupa uang emas, tapi juga dokumen bersejarah yang mungkin kalau dikembalikan ke kita, kita jadi punya bahan menapaktilasi perkembangan masa lalu,” bebernya.

Gubernur Zul belum bisa berkomentar lebih jauh perihal rencana pemulangan tersebut. Ia mengaku, belum mendapatkan data pasti dan informasi hendak dibawa ke mana harta karun tersebut.

“Kita coba kaji dulu detailnya seperti apa,” bebernya.

Dilansir dari detikNews, harta karun Lombok menjadi salah satu dari 478 harta rampasan masa penjajahan Belanda yang akan dikembalikan ke Indonesia dan Sri Lanka di Museum Etnologi Nasional, Leiden pada Senin, (10/7/2023) hari ini.

Harta karun Lombok adalah sebutan bagi harta jarahan pasukan Belanda di masa penjajahan saat menjatuhkan istana kerajaan di Lombok pada 1894.

Sebelumnya, orang asli setempat meminta bantuan Belanda, yang kemudian menggunakan permintaan ini untuk meluaskan penjajahanya, seperti tertera dalam keterangan objek Lombok Treasure di museum Rijksmuseum, Belanda.

Harta karun Lombok yang dijarah pasukan Belanda meliputi 230 kg emas, 7.000 kg perak, dan batu mulia yang tidak terhitung jumlahnya. Rijksmuseum menampilkan koin dan gelang, salah satu harta karun Lombok tersebut, sebagai saksi bisu kejahatan perang.

Menurut Rijksmuseum, sebagian besar harta karun Lombok sudah sempat dikembalikan ke Indonesia pada 1977. Sementara itu, ada 334 objek harta karun Lombok (Lombok treasure atau Lombokschat) yang akan dikembalikan pada 10 Juli 2023 setelah permintaan Indonesia, seperti dijelaskan dalam laman resmi Pemerintah Belanda. (Red)