Atas Instruksi Gubernur Iqbal, Jalan Simpang Tano Kini Masuk Prioritas Perbaikan

Tampak Ruas jalan Simpang Tano–Seteluk di Kabupaten Sumbawa Barat akan segera diperbaiki tahun ini. (Iba)
Tampak Ruas jalan Simpang Tano–Seteluk di Kabupaten Sumbawa Barat akan segera diperbaiki tahun ini. (Iba)

Detikntbcom – Setelah bertahun-tahun hanya menjadi pembahasan tanpa realisasi, perbaikan ruas jalan Simpang Tano–Seteluk di Kabupaten Sumbawa Barat akhirnya mulai dikerjakan. Jalan yang menjadi akses utama penghubung wilayah Sumbawa Barat ini kini masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Asisten II Setda NTB Lalu Moh Faozal, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek usai menghadiri agenda kerja di Pelabuhan Badas dan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir. Ia menyampaikan bahwa pengerjaan jalan tersebut telah dimulai dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

“Insya Allah akhir tahun sudah selesai. Ini jadi komitmen bersama untuk menuntaskan jalan yang sudah lama dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.

Ruas Simpang Tano yang selama ini rusak parah menjadi salah satu penyebab terganggunya distribusi barang, terutama hasil pertanian dan perikanan lokal. Warga pun menyambut baik kabar ini sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar infrastruktur.

Faozal menegaskan bahwa proyek perbaikan jalan ini merupakan amanat langsung dari Penjabat Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Ia mengatakan, Gubernur ingin agar seluruh proses pengerjaan dikawal secara serius agar tidak mengalami keterlambatan.

“Terkait teknis pelebaran atau konstruksinya, akan ditangani langsung oleh Dinas PUPR. Tapi yang pasti, tahun ini pembangunan jalan tersebut dilaksanakan,” imbuhnya.

Dengan nilai anggaran mencapai Rp39 miliar, proyek ini menjadi salah satu langkah konkret Pemprov NTB dalam mempercepat pembangunan di daerah.

Menariknya, perbaikan ini mulai digarap pada tahun pertama Lalu Muhammad Iqbal menjabat sebagai Pj Gubernur NTB, setelah empat tahun sebelumnya hanya sebatas usulan tanpa eksekusi.

“Ini menjadi bukti bahwa komitmen Pak Gubernur terhadap pembangunan wilayah terpencil bukan sekadar janji,” tutup Faozal. (Iba)