Gubernur NTB Luncurkan 50 Koperasi Percontohan, Siapkan Modal Awal Rp50 Juta

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi NTB di Bank NTB Syariah, Selasa (9/12), di Mataram.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi NTB di Bank NTB Syariah, Selasa (9/12), di Mataram.

Detikntbcom – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menetapkan pembangunan 50 koperasi percontohan dengan dukungan modal awal Rp50 juta untuk setiap koperasi. Modal tersebut disiapkan agar koperasi dapat mulai menjalankan usaha, membangun portofolio bisnis, serta mengukur kapasitas kredit dalam kurun waktu satu tahun.

“Koperasi tidak akan pernah besar kalau tidak dikawal. Pemerintah tidak boleh hanya mencari aman, kita harus memberi contoh,” ujar Gubernur Iqbal saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi NTB di Bank NTB Syariah, Selasa (9/12), di Mataram.

Iqbal menegaskan komitmennya menjadikan koperasi sebagai kekuatan utama ekonomi kerakyatan. Ia menyebut sejak muda dibesarkan dalam pemikiran ekonomi yang menekankan kemandirian dan gotong royong.

“Koperasi adalah jalan kita untuk menolong diri kita sendiri melalui usaha bersama,” tegasnya.

Menurutnya, semangat koperasi merupakan penolak ketergantungan dan penegasan bahwa pertolongan pertama dalam ekonomi harus lahir dari kekuatan kolektif masyarakat. Hal ini dinilai semakin relevan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil dan tekanan inflasi.

Iqbal juga menyoroti kondisi koperasi di Indonesia yang dinilai masih tertinggal dibandingkan negara maju. Ia mencontohkan koperasi raksasa dunia seperti Rabobank di Belanda serta jaringan Raiffeisen di Jerman, Austria, dan Swiss yang mampu menguasai sektor strategis, termasuk perbankan.

“Indonesia memiliki hampir 300 juta penduduk dan basis anggota koperasi terbesar di dunia, tapi belum satu pun koperasi kita yang menembus kelas global,” ujarnya.

Untuk mendorong percepatan transformasi, Gubernur menginstruksikan Bank NTB Syariah agar aktif mendukung penguatan koperasi, khususnya Koperasi Desa Merah Putih. Ia menilai birokrasi selama ini terlalu lambat merespons kebutuhan pengembangan koperasi.

Saat ini, terdapat sekitar 1.166 desa dan kelurahan di NTB yang berpotensi menjadi basis koperasi desa. Jika setiap koperasi mampu mencapai kapitalisasi minimal Rp1 miliar, maka total valuasi koperasi desa di NTB dapat melampaui Rp1 triliun.

“Ini akan membentuk jaringan distribusi logistik paling merata di Indonesia. Setiap desa bisa menjadi simpul ekonomi,” jelasnya.

Iqbal menekankan pentingnya membangun kompetensi pusat koperasi dengan melibatkan akademisi, universitas, pemerintah, dan masyarakat. Ia juga mendorong inovasi model bisnis koperasi agar tidak hanya bertumpu pada simpan pinjam, tetapi juga produktif dan inklusif.

“Koperasi bukan sekadar lembaga. Koperasi adalah jalan, koperasi adalah gerakan, koperasi adalah roh ekonomi kerakyatan,” pungkasnya. (Iba)