Detikntbcom – Ketua DPRD Kota Mataram Abdul Malik, menegaskan pentingnya peran strategis organisasi kemahasiswaan dalam mencetak generasi unggul saat menghadiri pelantikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan KOHATI Cabang Mataram periode 2026–2027 di ruang utama paripurna DPRD Kota Mataram, Rabu 22 April 2026 malam.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Malik menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan baru HMI yang dipimpin Hakim Bima Persada, serta Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Mataram di bawah kepemimpinan Nurfinarti.
Tema Visioner Jawab Tantangan Zaman
Abdul Malik menilai tema yang diusung dalam pelantikan kali ini, yakni transformasi kader menuju peradaban Indonesia Emas 2045, sebagai langkah visioner dan relevan.
“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata. Transformasi yang dimaksud bukan hanya perubahan struktur, tetapi juga cara berpikir, bertindak, dan berkontribusi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa HMI sebagai organisasi kader memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, kedalaman spiritual, serta kepedulian sosial.
HMI Didorong Jadi Agen Perubahan
Menurut Abdul Malik, HMI diharapkan mampu tampil sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah dinamika global.
“HMI harus menjadi organisasi yang mampu memberikan arah, inspirasi, dan solusi bagi masyarakat, khususnya dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Legislatif Terbuka untuk Kolaborasi
Abdul Malik juga menegaskan bahwa DPRD Kota Mataram membuka ruang seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan, termasuk HMI, untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam pembangunan daerah.
“Kami di legislatif sangat terbuka. Tidak perlu selalu turun ke jalan, cukup sampaikan gagasan dan kritik secara konstruktif, kami siap berdialog,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara mahasiswa dan pemerintah sangat penting dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
Peran Kader dalam Isu Strategis Daerah
Dalam sambutannya, Abdul Malik menyoroti sejumlah isu strategis daerah seperti pengelolaan sampah dan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda.
“HMI harus hadir memberikan solusi, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Ini menjadi ruang pengabdian nyata bagi kader,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong kader HMI untuk turut berperan dalam pembinaan masyarakat hingga tingkat lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor.
Pesan Inspiratif untuk Kader Muda
Mengawali sambutannya dengan kisah pribadi, Abdul Malik mengaku telah bekerja sebelum menyelesaikan kuliah, sehingga memiliki keterbatasan dalam mengkritisi kebijakan secara akademis saat itu.
Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga bagi dirinya untuk terus berkembang.
Ia pun menyampaikan pesan kepada kader HMI agar memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang belajar, berpikir kritis dan membangun kapasitas diri.
“Nilai dasar perjuangan harus menjadi fondasi agar langkah tidak salah arah,” pesannya.
Dihadiri Tokoh dan Alumni HMI
Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan alumni HMI, di antaranya Ibrahim Bram Abdollah serta mantan Sekretaris Umum HMI Badko Balinusra Saiful Bahri. Selain itu, hadir pula perwakilan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Mataram.
Harapan Kepengurusan Baru
Di akhir sambutannya, Abdul Malik berharap kepengurusan baru HMI dan KOHATI Cabang Mataram dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa organisasi menjadi lebih progresif.
“Saya berharap pengurus yang baru mampu menjalankan peran strategis dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Mataram,” pungkasnya. (Iba)












