Detikntbcom – Dugaan kelalaian penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam pembangunan dapur MBG di Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, menuai sorotan keras.
Ketua DPC Garda Satu Kabupaten Sumbawa, M Jabbar, mendesak Satgas MBG bertindak tegas menyusul insiden tragis yang menimpa seorang pekerja bernama Adi Putra (43), yang kehilangan kedua tangannya akibat tersengat listrik saat bekerja di proyek tersebut.
Peristiwa itu disebut terjadi sekitar tiga hari menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. M Jabbar menilai kecelakaan kerja tersebut diduga kuat akibat lemahnya penerapan standar K3 di lokasi proyek.
“Sudah cukup lama kejadian ini, tapi sampai hari ini kami belum melihat keseriusan dari rekanan pembangunan maupun pemilik dapur MBG dalam memenuhi tanggung jawab terhadap korban,” tegas M Jabbar usai mengunjungi rumah korban, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, saat kunjungan tersebut, istri korban mengaku tim Satgas MBG Kabupaten Sumbawa sempat datang melihat kondisi korban pada malam sebelumnya. Namun, kedatangan itu disebut hanya sebatas kunjungan tanpa penjelasan terkait santunan maupun kepastian pemenuhan hak korban.
“Datang melihat kondisi korban saja tidak cukup. Korban butuh kepastian tanggung jawab,” ujarnya.
Garda Satu juga mengaku telah melakukan penelusuran langsung ke lokasi pembangunan dapur MBG. Dari hasil peninjauan itu, lokasi proyek dinilai sangat berbahaya karena berada tepat di bawah jaringan listrik tegangan tinggi.
“Hasil penelusuran kami, lokasi dapur MBG itu sangat tidak representatif dan membahayakan karena tepat berada di bawah jaringan listrik tegangan tinggi. Ini sangat rawan,” katanya.
Atas dasar itu, Garda Satu Kabupaten Sumbawa mendesak Satgas MBG menghentikan sementara operasional maupun pembangunan dapur tersebut sampai seluruh hak korban dipenuhi dan lokasi dipastikan aman.
“Kami meminta dapur MBG itu tidak dioperasikan dulu, atau dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Jangan sampai muncul korban berikutnya,” tegas M Jabbar.
Sementara itu, Kepala Desa Lenangguar, Syahruddin, mengaku pihak desa tidak pernah menerima pemberitahuan maupun koordinasi terkait pembangunan dapur MBG di wilayahnya. (Iba)












