Detikntbcom – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat (NTB), Budi Santoso, menargetkan konsolidasi dan pembenahan struktur kepengurusan PAN di seluruh wilayah NTB rampung paling lambat Desember 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan internal partai menghadapi agenda politik mendatang, termasuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029. Budi menegaskan, persiapan harus dilakukan sejak dini agar partai memiliki waktu cukup untuk melakukan pembenahan organisasi dan kaderisasi.

Hal itu disampaikan Budi Santoso yang juga menjabat Menteri Perdagangan saat menggelar silaturahmi dan koordinasi bersama pengurus wilayah serta para ketua dan sekretaris DPC PAN kabupaten/kota se-NTB di Hotel Prime Plaza, Kota Mataram, Rabu (4/11/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, Budi didampingi Sekretaris DPW PAN NTB Adi Mahyudi dan Bendahara DPW PAN NTB Hasbullah Muis Konco.
Konsolidasi Organisasi Ditargetkan Rampung Desember
Budi mengatakan, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah organisasi.
Menurutnya, masih terdapat beberapa struktur kepengurusan yang perlu dibentuk maupun diperbarui melalui pergantian pengurus.
“Kita pertama organisasinya. Beberapa yang belum terbentuk, artinya pergantian pengurus dan segala macam, ini kita selesaikan semua secepatnya. Paling lambat Desember kita selesaikan semua,” kata Budi.
Selain pembenahan struktur, PAN NTB juga mulai mempersiapkan pencalegan dan berbagai kebutuhan organisasi untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya.
PAN Bantu Rakyat, Kader Diminta Hadir di Tengah Masyarakat
Budi juga menekankan pentingnya kontribusi nyata partai kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan PAN sebagai bagian dari pemerintahan harus diterjemahkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat.
Ia menyebut PAN memiliki program bertajuk PAN Bantu Rakyat yang akan menjadi salah satu instrumen bagi kader dan pengurus di daerah untuk menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Bagaimana kita membantu rakyat melalui berbagai program dan kegiatan. Nanti setiap pengurus DPD di daerah, khususnya di NTB, bisa membuat kegiatan-kegiatan yang membantu rakyat,” ujarnya.
Budi menambahkan, PAN juga berkomitmen mendukung program-program pemerintah agar dapat berjalan dengan baik. Dukungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peran partai dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah.
Kaderisasi Dimulai Sekarang, Bukan Menjelang Pemilu
Terkait persiapan Pileg 2029, Budi mengingatkan seluruh jajaran PAN NTB agar tidak menunggu hingga mendekati tahun politik untuk mulai berbenah.
Meski pelaksanaan pemilu legislatif masih sekitar tiga tahun lagi, menurutnya, penguatan struktur, kaderisasi, dan persiapan sumber daya manusia harus dimulai sejak sekarang.
“Kita harus melakukan kaderisasi. Semua harus dipersiapkan dari awal karena kita memang harus mendapatkan suara yang lebih besar. Walaupun ini masih kurang tiga tahun, kita harus siapkan. Jangan mendadak kurang setahun baru mulai,” tegasnya.
Ia berharap kepemimpinan baru DPW PAN NTB dapat menjadi momentum untuk membangun kerja bersama seluruh tingkatan kepengurusan demi memperkuat organisasi dan meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.
Dorong Mahasiswa NTB Jadi Eksportir Muda
Di luar agenda konsolidasi partai, Budi juga menyinggung sejumlah program Kementerian Perdagangan yang diarahkan untuk memperkuat kewirausahaan dan mendorong produk lokal menembus pasar internasional.
Salah satunya melalui program Kampus Preneur, yakni program pembinaan mahasiswa agar memiliki jiwa kewirausahaan, khususnya menjadi pelaku usaha yang mampu melakukan ekspor.
Budi menjelaskan, program tersebut memberikan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pelatihan hingga mempertemukan peserta dengan calon pembeli atau buyer di pasar internasional.
“Kita ajari dari hulu sampai ke hilir, dari pelatihan sampai mendapatkan buyer. Kita sudah bekerja sama dengan lebih dari 27 kampus,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, dalam kegiatan Trade Expo Indonesia pada Oktober 2026, Kementerian Perdagangan menyediakan stan khusus bagi peserta Kampus Preneur. Sebanyak 20 kampus ikut berpartisipasi dan mencatatkan transaksi sebesar 24,5 juta dolar AS.
Budi berharap program tersebut juga dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di NTB. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Mulai dari kuliah sudah harus mempunyai jiwa entrepreneur. Sehingga nanti begitu lulus, dia bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Itu cita-cita kita,” katanya.
UMKM NTB Didorong Tembus Pasar Global
Selain Kampus Preneur, Budi juga menyampaikan rencana penguatan program UMKM Bisa Ekspor untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha di NTB memasuki pasar internasional.
Menurutnya, NTB memiliki potensi produk lokal yang perlu terus dikembangkan agar mampu bersaing dan mendapatkan akses pasar global.
“Kita ingin kembangkan lebih banyak lagi UMKM yang bisa ekspor, sehingga potensi produk-produk ekspor di NTB terus masuk ke pasar global,” ujarnya. (Iba)












