Detikntbcom – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem tidak hanya menjadi momentum konsolidasi politik, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bima menggelar kegiatan permainan tradisional di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-15 Partai NasDem yang jatuh pada 11 November 2026. Melalui permainan tradisional, NasDem Kabupaten Bima berupaya menghidupkan kembali warisan budaya masyarakat yang mulai tergerus perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan generasi muda.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bima, Nazaruddin, mengatakan bahwa partai politik tidak seharusnya hanya hadir di tengah masyarakat ketika momentum politik berlangsung. Lebih dari itu, partai juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut menjaga identitas, kebudayaan, dan kearifan lokal daerah.
Menurut Nazaruddin, permainan tradisional bukan sekadar hiburan atau aktivitas untuk mengisi waktu luang. Di balik permainan yang diwariskan secara turun-temurun tersebut, terdapat nilai-nilai kehidupan yang membentuk karakter masyarakat, mulai dari kebersamaan, sportivitas, kejujuran, gotong royong hingga persaudaraan.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga, merawat, melestarikan, dan mengembangkan warisan kebudayaan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur kita. Budaya adalah identitas dan jati diri masyarakat Bima yang tidak boleh hilang ditelan perkembangan zaman,” ungkap Nazaruddin.
Melawan Ancaman Hilangnya Permainan Tradisional
Nazaruddin menilai, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap kehidupan masyarakat, termasuk cara anak-anak dan generasi muda menghabiskan waktu. Permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat kini semakin jarang dimainkan.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, hilangnya permainan tradisional bukan hanya berarti berkurangnya jenis hiburan masyarakat, melainkan juga berpotensi mengikis nilai-nilai sosial dan kebudayaan yang terkandung di dalamnya.
Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi atau kegiatan seremonial. Diperlukan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, memainkan, sekaligus merasakan langsung nilai-nilai yang terkandung dalam warisan budaya leluhur.
“Jangan sampai anak cucu kita kelak hanya mengenal permainan tradisional masyarakat Bima melalui cerita sejarah. Mereka harus diberikan ruang untuk mengenal, memainkan, dan mencintai warisan budaya yang menjadi kebanggaan daerahnya sendiri,” tegasnya.
NasDem Ingin Dekat dengan Masyarakat Lewat Kebudayaan
Lebih jauh, Nazaruddin menegaskan bahwa peringatan HUT ke-15 Partai NasDem harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat melalui kegiatan yang memiliki manfaat nyata.
Menurutnya, kegiatan sosial dan kebudayaan merupakan salah satu cara membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa politik juga dapat mengambil peran dalam menjaga identitas daerah.
Ia berharap upaya pelestarian permainan tradisional tidak berhenti pada rangkaian peringatan HUT partai. Sebaliknya, kegiatan semacam ini perlu terus dikembangkan dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat, komunitas budaya, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat. (Iba)












