Detikntbcom – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan meresmikan tiga proyek infrastruktur strategis berupa dua ruas jalan dan satu proyek irigasi pada 17 Desember 2025. Peresmian tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTB.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin, mengatakan ketiga proyek tersebut secara umum telah rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat, meskipun masih terdapat penyempurnaan kecil.
“Insyaallah pada tanggal 17 Desember sudah bisa diresmikan. Memang belum seratus persen tuntas, tapi pekerjaan mayor sudah selesai,” ujar Sadimin, Kamis (11/12).
Dua ruas jalan yang akan diresmikan adalah Jalan Simpang Tano–Seteluk di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Jalan Dasan Geres–Pohgading di Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, satu proyek irigasi juga akan diresmikan, meskipun lokasi pastinya masih akan ditentukan.
Sadimin menjelaskan progres pembangunan kedua ruas jalan tersebut telah mencapai sekitar 96 persen. Sementara itu, ruas Jalan Lunyuk belum dapat diresmikan karena progres pengerjaannya masih sekitar 70 persen.
“Kalau yang Lunyuk belum masuk agenda peresmian karena progresnya masih di bawah 90 persen,” jelasnya.
Untuk proyek irigasi, Sadimin menyebutkan seluruh paket pekerjaan sebenarnya telah selesai. Namun, dari beberapa proyek yang ada, hanya satu yang akan diresmikan dalam rangkaian HUT NTB.
Peresmian infrastruktur ini diharapkan menjadi kado istimewa bagi masyarakat NTB. Selain meningkatkan konektivitas, keberadaan jalan yang lebih baik juga diyakini akan memperlancar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
“Khusus di KSB, sebelumnya jalan sering rusak karena tata kelola air yang kurang baik. Setelah ditangani, mudah-mudahan tidak lagi menimbulkan banjir dan jalannya jadi lebih awet,” ujarnya.
Sadimin menambahkan, manfaat jalan tersebut sudah mulai dirasakan masyarakat, terutama dalam memangkas waktu tempuh. Hal ini juga menjadi penting menjelang momen Natal dan Tahun Baru, di mana mobilitas masyarakat cenderung meningkat.
“Sekarang jalannya sudah mulus. Kalau dulu lewat Dasan Geres–Pohgading bisa hampir 20 menit, sekarang tidak sampai lima menit,” pungkasnya.












