Detikntbcom – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Lido, Kabupaten Bima, menuai polemik. Pemerintah desa setempat diduga merobohkan tembok bagian utara atau belakang SDN Inpres Lido demi pembangunan koperasi tersebut.
Peristiwa itu viral di media sosial setelah video yang diunggah akun Facebook @Alkino Akaida pada Senin (18/5/2026) memperlihatkan alat berat berada di lokasi proyek dan diduga merobohkan tembok sekolah.
Dalam video yang beredar, terdengar suara seorang perempuan yang diduga guru SDN Inpres Lido mengeluhkan pembangunan KDMP karena dinilai merusak fasilitas sekolah tanpa koordinasi resmi dengan pihak sekolah.
Menurut keterangan dalam video tersebut, pemerintah desa hanya menyampaikan pemberitahuan secara lisan melalui telepon terkait pembongkaran tembok sekolah.
“Karena ingin membangun Kopdes merusak tembok sekolah. Ya Allah asli merusak semua sarana dan prasarana sekolah tanpa pemberitahuan tanpa koordinasi dengan pihak sekolah mereka seenaknya merobohkan tembok sekolah ini,” ujar suara perempuan dalam video tersebut menggunakan bahasa Bima.
Video dan foto yang beredar itu langsung memicu reaksi keras dari warganet maupun kalangan guru. Sejumlah komentar bernada kritik membanjiri unggahan tersebut.
“Demi kesejahteraan rakyat, demi ketuhanan yang maha esa, demikianlah negara saat ini, mengorbankan pendidikan hanya untuk satu kata…. NKRI HARGA MATI!!!!!!,” tulis akun @Gizan Hila.
Komentar lain datang dari akun @Arismen yang menulis, “Negara ruwet. Mereka senang generasi jadi bodoh….”
Sementara akun @Sri Nani Purwanti yang diduga merupakan guru di sekolah tersebut menyatakan penolakan terhadap pembangunan koperasi itu.
“Kami semua guru menolak pembangunan KOPDES di tanah halaman SDN Inp. Lido,” tulisnya.
Penolakan juga datang dari sejumlah warga karena lokasi pembangunan koperasi dinilai tidak strategis. Salah satunya akun @Amirullah Hs yang mempertanyakan pembangunan KDMP karena lokasinya disebut jauh dari pemukiman warga dan akses jalan raya.
Selain menyoroti dugaan perusakan fasilitas sekolah, warganet juga mempertanyakan alasan pembangunan koperasi dilakukan di atas lapangan sepak bola dimana tempat dan anak-anak muda desa Lido bermain dan berlatih bermain bola.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Desa Lido belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik pembangunan KDMP maupun dugaan perobohan tembok SDN Inpres Lido tersebut. (Iba)












