Karya siswa SMK Negeri 1 Dompu hasilkan ratusan produk bernilai ekonomi

Kepsek SMKN 1 Dompu Faturrahman memperlihatkan produk-produk yang dihasilkan oleh siswa-siswinya di acara Rakernas I Apvokasi di Senggigi Lombok Barat, Kamis 29 September 2022

Lombok Barat (Detikntbcom) – Sekolah Menengah Negeri (SMKN) 1 Dompu sudah 3 tahun terakhir konsen memproduksi karya-karya yang yang bernilai ekonomi.

Produk yang dihasilkannnya sudah berjumlah ratusan. Semua produk tersebut sudah dipasarkan di beberapa ritel modern di sekitar Kabupaten Dompu.

Produk yang dihasilkannya seperti baju bermotif, shal, snack dan sejumlah produk lainnya.

Produk yang dihasilkan sejumlah siswa dan guru tersebut jelas Kepela Sekolah SMK Negeri 1 Dompu Faturrahman terbagi menjadi beberapa jurusan.

Misalnya katanya, pada jurusan busana menghasilkan sambolo khas budaya Dompu, kain-kain polos lalu disablon dengan corak tradisi dan budaya Dompu, shal dan sejumlah produk lainnya.

“Dan juga di jurusan busana itu memproduksi sendiri baju seragam sekolah. Misalnya kita butuh 400 baju langsung kita produksi sendiri sebanyak yang dikerjakan oleh guru dan anak-anak sekitar 1-2 Minggu,” jelas Faturrahman saat menggelar expo pada acara Rakernas I Asosisiasi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia (Apvokasi) yang digelar di Senggigi Lombok Barat, Kamis 29 September 2022.

Kemudian di jurusan lain yaitu jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) bisa memproduksi visualisasi gambar seorang termasuk menggambar wajah Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Kemudian di jurusan tim PKK, bisa membuat dan memproduksi minimun instan seperti jahe yang sudah ditumbuk halus lalu dikemas dengan kemasan menarik.

Kemudian di jurusan tataboga menghasilkan produk steak kelor yang sudah dikemas dan sejumlah produk lainnya.

Semua produk yang dihasilkan tersebut sudah mendapatkan izin atau SK dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Dompu.

“Semua produk tersebut diedarkan di gerai milik sekolah. Publik bisa berbelanja juga di dalam sekolah itu. Termasuk di beberapa retail modern di Dompu. Sudah kita kerjasama dengan UMKM di luar seperti pasar dan swalayan,” jelas Fatur.

Karya-karya tersebut jelsnya, untuk memberikan pengajaran kepada para siswa-siswi jika nantinya sudah lulus bisa mendapatkan pengalaman untuk menghasilkan enterpreneur muda yang hebat.

“Adapun uang yang dihasilkan dari penjualan produk tersebut untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi produk lagi yang lebih banyak,” jelasnya.

Kemudian, Produk-produk yang dihasilkannya sudah mendapatkan apresiasi dari Kemedikbudristek RI dengan mendapatkan dana hibah sekitar Rp1,3 miliar rupiah. Rp300 juta untuk proses belajar mengajar sisanya untuk peralatan untuk memproduksi kembali karya-karya siswa.

“Sementara apresiasi dari Pemprov NTB kita sudah mendapatkan SK BLUD. Kemudian apresiasi dari Pemkab Dompu melalui Disnakertrans memberikan ruang bagi siswa-siswi untuk berlatih seperti menjahit dan lain-lain,” tutupnya. (Iba)