DetikNTBCom – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutana Provinsi NTB Julmansyah memberikan pemantapan para petani hutan untuk mengeloal hutan secara baik dengan pola Agroforestry di lahan garapannya.
“Perlu kita sadari bersama bahwasanya, jika kondisi lahan itu sudah kritis maka keseimbangan alam akan terganggu, dimana kondisi itu dapat menyebabkan tanah yang terlampau kering bila kemarau, dan banjir bila datang musim penghujan,” kata Julmansyah saat memberikan sambutan pada acara pemantapan pelaksanaan kegiatan Kebun Bibit Rakyat yang digelar Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BPDASHL) Dodokan Moyo Sari yang digelar di kawasan Senggigi Lombok Barat, Rabu 5 Juli 2023.
Didampingi Kepala BPDASHL Umar Nasir pada kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) se-Pulau Sumbawa, Julmansyah meluruskan niat para petani hutan untuk melaksanakan pola tanam Agroforestry di lahan garapannya.
Mantan Kadis Pusda NTB itu menekankan dampak positif yang dapat ditimbulkan dari pola tanam agroforestry seperti terhindar dari bencana, lahan kritis, terjaganya ketersediaan pakan ternak, untung yang tetap bisa diraup berkali-kali dan manfaat lainnya.
“Hal itu tentu bukanlah sesuatu hal yang baik untuk kita, karena itu dapat mengganggu banyak aspek dari kehidupan kita, apalagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani,” tambah Julmansyah.
“Apalagi 39% dari total masyarakat miskin di NTB ialah masyarakat lingkar hutan, maka dari itu kita harus benar-benar serius dalam melaksanakan agroforestry, karena ini adalah salah satu investasi kita dalam jangka panjang,” pungkas Julmansyah. (Red)












