DetikNTBCom – Pemerintah Kota Bima mendapatkan dana segar dari National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) sebesar Rp936,5 miliar untuk menangani banjir di Kota Bima yang selama ini menjadi langganan banjir.
“Saya mengucapkan terima kasih khususnya kepada NUFReP sebagai lembaga donatur proyek ketahanan banjir Kota Bima,” ungkap Kepala Bappeda Kota Bima Adisan saat membuka Rapat Koordinasi dan Supervisi Pembentukan Forum Pokja Ketangguhan Banjir Perkotaan di Ruang Rapat Bappeda pada Selasa, 28 November 2023 kemarin.
Adisan berharap, agar program-program terimplementasikan dengan baik, khususnya penanganan banjir perkotaan yang dilaksanakan di Kota Bima dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan acuan regulasi yang telah ditetapkan sekaligus.
Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kota Bima Arif Roesman Effendy mewakili Pokja NUFReP Kota Bima dalam pemaparannya menjelaskan tentang kondisi eksisting kelembagaan yang meliputi berbagai regulasi yang terkait dengan penanganan banjir Kota Bima.
“Program prioritas Pemerintah Kota Bima untuk penanganan resiko banjir di Tahun 2023 dan Tahun 2024 sebagai bentuk komitmen dan dukungan daerah terhadap kerjasama NUFReP,” jelasnya.
Selain itu, tahapan updating keanggotaan pokja, rencana kerja, tata kerja dan sistem monev yang akan disempurnakan dalam Pokja Kota Bima di Tahun 2024 sesuai dengan Berita Acara dan TOR hasil lokakarya 9-11 November 2023.
Kasubdit Pekerjaan Umum Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Ahmad Azzam menjelaskan, peran NPIU Bangda dalam pelaksanaan program NuFREP di Indonesia antara lain terkait dengan regulasi sebagai acuan dasar yaitu Perpres Nomor 18 tahun 2020 Tentang RPJMN Tahun 2020-2024.
“Isu strategis dan arah kebijakan peningkatan ketahanan bencana dan iklim di Indonesia, serta penjelasan mengenai monitoring dan evaluasi capaian program NuFREP,” terangnya.
Azzam juga menyampaikan tahapan kegiatan kerjasama NUFReP yang akan berlangsung selama 5 Tahun sejak Bulan April 2023 hingga Bulan Januari 2028.
“Dengan total anggaran untuk kegiatan konstruksi (struktural) di Kota Bima mencapai 936,5 miliar rupiah,” jelasnya.
Jumlah tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Perwakilan BWS-NT 1 yang diwakili oleh Rahmawati. Ia menjelaskan bahwa untuk pekerjaan tahap 1 berupa penanganan saluran drainase primer dengan anggaran 256 miliar rupiah dalam beberapa hari ke depan akan segera dibuka proses pelelangan. (Red)












