Beranda Uncategorized Kedai Kalikuma, Tempat Diskursus Ilmiah Tukar Gagasan

Kedai Kalikuma, Tempat Diskursus Ilmiah Tukar Gagasan

13
0
Foto: Suasana diskursus oleh sejumlah mahasiswa di kedai kalikuma (By photo: Fira Yunniar)
Mataram – Kota mataram kini semakin terus berdatangan calon mahasiswa baru dari berbagai daerah,tentu pastinya secara otomatis telah menjadi sentral kota pendidikan di provinsi NTB yang mungil ini. hampir kebanyakan mahasiswa sulit mendapat kan ruang diskusi yang non formal selain di organiasi eksternal kampus yang dihimpun dengan aturan dan regulasi melalui AD/ART. Hal demikian karena sulitnya membawa suasana baru wisata halal di tanah ini, hingga tidak sedikit juga mahasiswa yang lebih hedonisme untuk menikmati kebahagiaan dari keindahan kota ini.

Ruang-ruang diskusi ilmiah terkadang hanya bisa didapatkan pada seminar nasional yang diselenggrakan berbagai kampus, kedai kalikuma melihat potret ini sebagai misi besar untuk  meliterasikan mahasiswa dengan suguhan ilmiah yang menyediakan wadah kedai kopi sebagai tempat menukar gagasan menguji secara ilmiah baik untuk mahasiswa akademis mahasiswaorganisator dan mahasiswa yang unguin berproses mengejar ilmu, seperti yang disampaikan oleh muhamad fikri ramadhan selaku pengeloal kedai kalikuma.

“Konsep kedai ini memang di sediakan untuk mahasiswamanapun yang ingin berdiskusi ilmiah,selain dari diskusi ilmiah disini juga sering mengadakan kajian-kajian atau membedah beberapa desertasi beberapa doktor,” terangnya, Selasa (25/06) saat ditemui di kedai Kalikuma.
Fikri juga menambahkan bahwa konsep ini adalah konsep ide besar Dr. Abdul Wahid M,Ag.,M.Pd., selaku pendiri komunitas kalikuma sekaligus pemilik tempat kedai berdiri sekarang yang didiskusikan bersama anggota kalikuma lainnya. hal ini dianggap hal yang sangat serius untuk meliterasikan mahasiswa di kota mataram agartidak melulu terjebak pada arus hedonisme.
Kedai kalikuma baru opening beberapa bulan terakhir ini di Jln. Industri no 26A taman kapitan Ampenan kota mataram hadir dengan konsep tersebut puasa bulan lalu sukses terealisasikannya kajian-kajian pemikir islam dengan narasumber yang ahli bidannya.
Karena kedai ini terbilang masih sangat baru dan ketersediaan menu makanan dan minuman sebagai makana saat diskusi berlangsung hanya baru beerapa diantarannya kopi,es teh manis,jus buah,susu hangat/dingin es jeruk stik kentang,mie instan,pisang coklat, keju dan roti bakar. (01)

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings