Beranda Uncategorized Wisata Religi Jabal Rahmah Sebagai Edukasi Manasik Haji

Wisata Religi Jabal Rahmah Sebagai Edukasi Manasik Haji

12
0

Pengunjung sedang mempraktekkan tawaf di wisata edukasi Jabal Rahmah yang berbeda di Desa Jango, Kecamatan Janapria, kemarin.

JANAPRIA- Edukasi wisata religi yang dibangun oleh masyarakat Desa Jango, Kecamatan Janapria kini ramai dikunjungi wisatawan. Walau pembangunan belume100 persen rampung akan tetapi wisatawan atau pengunjung sudah bisa melaksanakan kegiatan manasik haji dan agenda lainnya.
Manager jabal  Rahmah, Muhammad  Juanin Sahir mengatakan, edukasi wisata Jabal Rahmah ini dikonsepkan sebagai wisata religi yang menyatukan antara keagamaan dan kebangsaan dalam artian tidak hanya orang muslim saja yang bisa berkunjung kesana akan tetapi semua wisatawan asing juga boleh dengan catatan untuk menjaga keutuhan bernegara dan bertanah air.
“Karena sekarang banyak sekali terjadi perpecah belahan antar umat beragama dengan yang lainnya sehingga mereka merasa dirinyalah yang paling benar terkait kepercayaan maupun keyakinan, sehingga wisata jabal Rahmah ini dikonsepkan sebagai wisata tugu kasih sayang, maksudnya adalah siapa saja yang berkunjung kesana dianjurkan untuk menerapkan sifat kasih sayang, sifat baik sehingga esensi pembangunan jabal Rahmah ini mulai dari kasih sayang dan keikhlasan masyarakat Jango yang memiliki niat baik dan positif untuk menghibahkan tanahnya hanya untuk tercapainya konsep wisata kemasyarakatan tersebut,” ungkapnya saat ditemui di lokasi kemarin.
Ia menambahkan, wisata religi yang mulai di lounhing 10 November lalu mengalami perkembangan dan kemajuan pesat, sehingga yang awalnya sumber dana dari swadaya masyarakat akan tetapi sekarang sudah banyak yang melirik dan ikut bermitra untuk tahap finishingnya. Sampai saat ini perkembangan sudah mencampai 80 persen sehingga panitia sudah menyiapkan paket wisata religi Seperti manasik haji yang sudah di aplikasikan oleh beberapa pengunjung baik tingkat Paud, SD, SMP, SMA maupun mahasiswa yang sedang melakukan praktek manasik haji.
“Alhamdulilah sudah beberapa paket yang sudah dilaksanakan baik dari tingkat bawah ke atas dan tanggapan mereka sangat luar biasa, karena ada poin tertentu yang bisa dirasakan, seperti apa dan bagaimana tahapan pelaksanaan haji seperti ketika berada di Arafah dan penjelasannya seperti apa, wukuf berdiam diri untuk merenungkan diri di jabal Rahmah atau tugu kasih sayang sehingga wisatawan atau pengunjung bisa mengenali jati diri yang sebenarnya dengan kasih sayang yang sesungguhnya. Begitupun ketika berada di Muzdalifah, bagaimana kita memferifikasi atau memilah membuang sifat-sifat dengki, hasut sombong dengan mengambil batu untuk dilempar yang diibaratkan membuang sifat-sifat yang buruk atau sifat Fir’aun, sampai masuk dalam tahapan tawaf,” bebernya.
Dijelaskannya, selain pengunjung bisa mempraktekkan manasik haji  juga bisa menanamkan jiwa kasih sayang sehingga sifat kasih sayang itu menjadi poin utama untuk wisata religi Jabal Rahmah ini, sehingga kedepannya akan terus dioptimalkan dengan wisata religi dan kebangsaannya.
“Sehingga edukasi kebangsaan dan religi menyatu menjadi satu walaupun terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama sehingga itu menjadi poin utama dalam pelaksanaan wisata religi tersebut,” jelasnya.
Diakuinya, wisata religi ini sudah mendapat support dari pemerintah melalui dana BUMDes, dan sudah bermitra dengan beberapa perusahaan travel dan instansi untuk menjalankan sistem marketing atau tahap promosi baik dari tarif biaya yang di tarik perpaket sampai kelengkapan sarana dan prasarananya.
“Sementara itu paket yang disediakan diantaranya, paket religi atau manasik haji, aout bound kebangsaan dan out bound kemping, kalau manasik haji ditarik Rp.60 ribu perorang sedangkan untuk out bond lainnya menyesuaikan tergantung kebutuhan sarana dan prasarana,” jelasnya.
Ia berharap ada tindakan atau bantuan dari dispar (dinas pariwisata) untuk membantu atau membackup masyarakat setempat, sehingga visi misi awal masyarakat tercapai mencipatakan wisata religi dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.
“Sampai sekarang dispar belum angkat bicara terkait perkembangan pembangunan wisata religi Jabal Rahmah ini, padahal masyarakat berharap ada suport atau bentuk kepedulian dispar untuk sama-sama mensukseskan pembangunan wisata religi ini sampai finish,” tutupnya. (Bt)

www.lombokfokus.com

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings