Beranda Uncategorized DPR Minta Pemerintah NTB Ajukan PSBB Atasi COVID 19

DPR Minta Pemerintah NTB Ajukan PSBB Atasi COVID 19

17
0

MATARAM Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Akhdiansyah,S.Hi atau yang karib disapa Guru To’i meminta agar Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah segera mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengatasi persoalan pandemic corona atau Covid 19 di daerah itu.

Guru To’i meminta itu lantaran melihat angka kasus positif Corona atau Covid 19 di NTB naik begitu signifikan hanya dalam waktu singkat sejak pertama kali diumumkan kasus pertama tiga pekan lalu.
“Kita setuju (PSBB) karena grafik day to day naik signifikan angka kasus Covid 19 di NTB,” kata Politisi asal Dompu itu saat dihubungi di Mataram, Selasa (21/4).
Dia melihat, dari indikator kenaikan angka tersebut Pemerintah Daerah dianggap belum mampu menanggulangi pandemic corona ini, atau paling tidak menahan laju penularannya.
“Dari indikator yang ada saya kira akan semakin naik. Seharusnya pengambil kebijakan dalam hal ini Gubernur jangan menunggu lagi untuk mengajukan PSBB ke Pemerintah Pusat,” terang dia.
Guru To’i malah berpendapat kalau bulan puasa yang sebentar lagi kita memasukinya itu merupakan waktu yang sangat tepat untuk dilakukan PSBB, karena masyarakat rata-rata akan memilih berdiam diri di rumah. Disamping ibadah ramadhan juga diharap lebih khusyu’.
“Momentum yang pas betul kalau puasa menurut sa
ya,” cetusnya.
Mengenai kesiapan Pemerintah Daerah untuk melakukan PSBB di NTB, dia mengatakan sudah seharusnya dalam rentang waktu yang relatif lama dari masa awal diumumkan kasus pertama di NTB, Pemerintah Daerah harus menyiapkan skenario PSBB bahkan yang terburuk karantina wilayah.
“Saya kira siap tidak siap harus segera dilaksnakan. Ada fakta di NTB dimana sebagian besar masyarakat mash terlihat kurang disiplin soal Phisichal Distancing padahal fokus anggaran dari hulu ke hilir sudah dijalankan. Ditambah NTB sudah semua zona merah sekarang,” jelasnya.
Guru To’i menambahkan, lagi pula NTB sudah memutuskan status tanggap bencana dari yang sebelumnya hanya siaga darurat bencana. “Ini (PSBB) instrumen nyata dari tanggap bencana dimaksud,” singkatnya.
“Kita juga ingin ada kepastian segera soal solat Jum’at dan masyarakat mau berlebaran dengan tenang tanpa khawatir tertular virus corona. Kalau segera dilakukan PSBB dan laju penularan bisa dikendalikan maka itu kebijakan terbaik,” tegas dia. (red.)
www.lombokfokus.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here