Beranda Uncategorized PMII Mataram Angkat Bicara, Kecam Tindakan Represif Oknum Polisi Pamekasan

PMII Mataram Angkat Bicara, Kecam Tindakan Represif Oknum Polisi Pamekasan

10
0
Pelantikan PMII Cabang Kota Mataram Masa Khidmat 2020/2021. (Dok./LF)

MATARAM, LOMBOK FOKUS| Aksi masa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terkait tambang ilegal galian C, yang beroperasi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berhujung pada tindak rerepresif oknum Polisi dengan amukan pukulan bahkan tendangan terhadap 3 orang kader PMII, hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Hal tersebut sontak ditanggapi Ketua Cabang PMII Kota Mataram, Herman Jayadi, menyatakan dalam rilis berita. Polisi seharusnya bertugas memelihara dan memberikan perlindungan bukan main pukul hingga menciderai salah satu kader PMII Pamekasan.

“Institusi Polisi seharusnya bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat., bukan malah bermain pencak silat karate dengan masa hingga melukai mencedrai anggota dan kader PMII saat melakukan aksi, ini kan konyol namanya., Forum Idealisme PMII tidak boleh diganggu gugat oleh pihak manapun,” imbuhnya.

“Indonesia bukan milik satu golongan institusi saja, Indonesia milik kita bersama, sehingga apapun persoalan Bangsa dan Negara, baik itu Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN), infrastruktur, pendidikan, ekonomi, sosial, adat budaya, yang berkaitan dengan kesenjangan, mau tidak mau suka tidak suka, PMII yang beranggotakan Mahasiswa terdidik harus turun mengadvokasi persoalan tersebut, yang sudah barang tentu diladeni aparat keamanan “Polisi” namun tidak dengan tindak arogansi maen pukul tendang sembarangan, itu kan biadab,” ungkap Herman.

Lebih lanjut herman menyatakan, anggota dan kader PMII, meskipun dilahirkan dari rahim berbeda, tapi tetap sedarah dalam satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air Indonesia, serta satu dalam keyakinan beragama, sehingga bila satu dicedrai maka semua akan sama rasa sakitnya.,

Pun demikian Herman, mengutuk keras tindakan represif oknum polisi yang memukul kader PMII hingga terluka.

“mengutuk tindakan represif oknum polisi terhadap kader PMII, hingga menuntut Kepala Polisi Republik Indonesia (KAPOLRI) Jendral Pol. Idham Aziz, agar memecat Kepala Polisi Resort (Kapolres) Kabupaten Pamekasan, serta mencopot title kepolisian oknum polisi yang merusak citra dan nama baik institusi,” tutup Herman.

www.lombokfokus.com

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings