Beranda Uncategorized Penyuluh Agama di Lombok Tengah Sepakat Tolak RUU HIP

Penyuluh Agama di Lombok Tengah Sepakat Tolak RUU HIP

30
0
LOTENG, LF| Anggota DPR RI dari dapil NTB, H. Lalu Suhaimi Ismy menggelar silaturrahmi sekaligus sosialisasi Empat Pilar tentang Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam kesempatan itu juga, Suhaimi Ismy bersama para peserta deklarasi menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penyuluh agama Kab. Lombok Tengah , di Yayasan Insan Puri Bedor Lendang Ape Kel. Praya, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah. Hadir juga Ketua Pokjaluh Penyuluh Agama Islam Kab. Lombok Tengah Nurhamsi Kurniawan, S.Ag, MA. (04/07/2020).
Menurut Suhaimi, Pancasila adalah kristalisasi yang sudah mendarah daging di kita sebagai hasil ijtihad dari para pejuang kita terdahulu.
“Saya harapkan kepada seluruh penyuluh agama sebagai ujung tombak dalam mempertahankan idiologi Pancasila kita” tambahnya
Ketua Pokjaluh Nurhamsi Kurniawan menambahkan “Pancasila adalah sebuah nilai yang terakumulasi yang hidup di dunia masyarakat baik itu sosial agama dan lain lain maka tidak ada seorangpun yang bisa mereposisi pancasila ini, maka oleh sebab itu mari untuk semua penyuluh agama Kab. Lombok Tengah untuk menyampaikan pesan Ukhwah Islamiyyah dan Ukhwah Watoniah di masyarakat tempat wilayah kerjanya masing-masing.
Usai Acara, dilanjutkan dengan deklarasi penolakan Rancangan Undang undang Haluan Ideologi Pancasila 
Forum komunikasi penyuluh Agama Kab Loteng menolak RUU HIP
Ketua Forum Komunikasi Penyuh Agama Kab. Loteng, Nurhamsi Kurniawan, S.Ag., M.A. mengatakan bahwa kelompoknya ikut prihatin terhadap gejala yang terjadi di masyarakat.
“momentum penolakan RUU HIP ini  adalah  kita Forum Komunikasi Penyuluh agama kab  loteng untuk ikut serta merasa peduli prihatin terhadap gejala-gejala yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita karena bagaimanapun dan otomatis kita untuk menjaga dan memelihara ketertiban dan dinamisasi dari masyarakat itu sendiri harapannya adalah dengan apa namanya dekralasi penolakan ini kita ingin membuktikan bahwa komunitas penyuluh agama Islam kepada Lombok Tengah khususnya untuk ikut merasa peduli dengan dinamika atau keyakinan masyarakat secara umum keberadaan kitab agama merupakan bagian dari majelis ulama Indonesia secara umum,” ungkapnya kepada Media ini. 
www.lombokfokus.com
Iklan TOI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here