Beranda Uncategorized Gubernur Ngaku Dipuji Presiden, PKC PMII Anggap Gubernur Ngebet Ingin Dipuji

Gubernur Ngaku Dipuji Presiden, PKC PMII Anggap Gubernur Ngebet Ingin Dipuji

11
0
Ketua PKC PMII Bali-Nusra, Aziz Muslim. (Ist)

MATARAM| Provinsi NTB kembali meraih prestasi membanggakan. Prestasi itu yakni penyerapan dan realisasi APBD terbaik kedua setelah DKI Jakarta.

Selain itu, penggunaan produk UMKM dan IKM lokal NTB di JPS Gemilang juga telah menginspirasi banyak daerah lain di Indonesia. Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo pun menyatakan NTB merupakan salah satu daerah di Indonesia yang patut dijadikan rujukan dalam tata kelola keuangan dan kebijakan daerah selama masa pandemi ini.

“Khusus tentang JPS, JPS Gemilang Provinsi NTB yang menggunakan produk-produk lokal disebutkan khusus oleh Presiden untuk diikuti dan dicontoh oleh provinsi-provinsi lain,” ujar Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah usai mengikuti rapat terbatas bersama presiden dan para menteri serta seluruh gubernur di Indonesia, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu, (15/7). Dilansir dari LiputanNTB.com

Menurut Gubernur NTB, saat ini belanja dan penyerapan dan realisasi APBD NTB menduduki posisi nomor dua yaitu sebesar 44 persen. Catatan NTB ini hanya berselisih tipis dari DKI Jakarta di posisi pertama, yaitu 45 persen.

“Provinsi-provinsi lain bahkan ada yang masih 5 persen! Jadi selamat kepada Bu Wagub, Pak Sekda dan para Asisten serta para pimpinan OPD yang sudah sangat bekerja keras. Kita Alhamdulillah sudah berada di track yang benar!” seru Gubernur.

Selain dua prestasi membanggakan tersebut, Gubernur NTB juga menyebutkan adanya sejumlah catatan penting yang harus menjadi perhatian jajarannya.

Pertama, ia menyerukan agar percepatan belanja pemerintah terus digeber. Hal ini tidak terlepas dari kondisi perekonomian Indonesia yang masih mengkhawatirkan.

“Di kuartal kedua ekonomi Indonesia pertumbuhannya mengalami kontraksi – 4,3 persen. Agar kita selamat maka pertumbuhan ekonomi kita harus meningkat dan segera positif. Untuk itu, satu-satunya cara adalah dengan mempercepat belanja pemerintah,” seru Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini.

Bang Zul pun memerintahkan jajarannya agar pengadaan barang, tender dan lainnya harus selesai bulan Agustus 2020. Hal ini dimaksudkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi agar positif. Ia juga menyerukan bahwa aparat Kejaksaan, KPK, Polisi dan LKPP siap membantu kebijakan percepatan ini.

Bang Zul menegaskan, semangat ini harus ditularkan ke semua Kabupaten dan Kota agar belanja pemerintah, tender dan lain-lain bisa selesai paling telat September untuk kabupaten/kota. “Provinsi harus punya instrumen dan mekanisme untuk memaksa kabupaten/kota mengikuti ritme ini,” ujarnya.

Bang Zul menegaskan, untuk penanganan Covid-19, memang tidak mudah. Dan kesulitan ini juga dirasakan oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia. Untuk itu, dalam rapat terbatas bersama Presiden juga disepakati empat hal yang harus dilakukan. Hal pertama adalah menekan dan mengurangi jumlah kematian. Kedua, meningkatkan jumlah pasien positif yang sembuh. Ketiga, menekan jumlah yang terpapar sakit. Dan keempat, mengenakan sanksi bagi yang melanggar protokol Covid-19.

PKC PMII Bali-Nusra Nilai Pemerintah Provinsi NTB Ngebet Ingin Dipuji Presiden.

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali-Nusra menilai Gubernur NTB ngebet ingin dipuji Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Pemerintah NTB satu ingin skali dipuji Presiden Jokowi Dodo, Sempat beredar dua hari terakhir ini, ternyata bisa di cek di google atau jejak digital itu tidak ada pujian terhadap pemerintah NTB satu. ini artinya, ingin skali dipuji pemerintah pusat.
Sayang sekali ini seolah-olah memuji diri sendiri,” ungkap Aziz Muslim Ketua PKC PMII Bali-Nusra

Aziz Muslim, Ketua PKC PMII Bali Nusra ikut bicara. Aziz klaim dirinya telah browsing di google terkait pujian Presiden ternyata tidak ada.

“Saya googling di internet. Saya cari Jokowi Puji NTB, tidak ketemu. Yang ada adalah pujian terhadap pemerintahan sebelumnya, TGB”. Ungkap pria yang sering disapa bagong.

“Tapi benar adanya secara pemakaian keuangan memang benar adanya pemerintah NTB di bawah Jakarta, tapi gak gitu juga mau di puji,” terangnya

Lebih lanjutnya lagi, Aziz Muslim mengatakan, sejauh ini komunikasi Gubernur NTB dengan Presiden RI Gagal.

“Artinya komunikasi pemerintah NTB ke pak presiden gagal,” ungkap Aziz Muslim

www.lombokfokus.com

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings