Beranda Suara Mahasiswa KAMMI Marah ke Gubernur NTB KARENA Ekspor ke Israel Capai Miliaran

KAMMI Marah ke Gubernur NTB KARENA Ekspor ke Israel Capai Miliaran

16
0

MATARAM| Momentum peringatan HUT RI yang berlangsung Senin kemarin, mestinya menjadi ajang evaluasi pemerintah atas komitmennya dalam menjalankan amanat dari pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang mengatakan bahwa “segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai degan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan”. Amanat tersebut bukan sekedar kata-kata manis untuk menarik simpati, akan tetapi mengandung makna dan nilai filosofis yang berakar dari historia perjuangan bangsa Indonesia yang harus terejawantahkan nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka sebagai bangsa yang sudah merdeka, bangsa Indonesia yang direpresentasikan oleh pemerintah sudah semestinya harus tegas dan mengutuk keras segala bentuk penjajahan yang terjadi di seluruh dunia.

Berangkat dari penjelasan diatas, Israel hingga hari ini masih melakukan praktek dan tindakan penjajahan kepada rakyat Palestina. Beberapa bangsa dan negara di dunia mengutuk tindakannya, termasuk Indonesia tak mau tinggal diam meski terkesan lambat dan acuh tak acuh dalam bersikap. Bahkan yang sangat disayangkan baru-baru ini adalah sikap dari Pemerintah NTB dalam hal ini Gubernur yang menjalin hubungan dagang dengan Zionis Israel. Padahal NTB selama ini gandrung dengan daerah yang memegang erat nilai- nilai ke islaman dan nilai-nilai kemanusiaan.

KAMMI melihat ada inkonsistensi sikap dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang berbanding terbalik atau bersebrangan dengan amanat dalam pembukaan UUD 1945. Pasalnya bahwa menyatakan dukungan dan berkoar-koar untuk kemerdekaan Palestina namun disisi lain mesra berkongsi dagang dengan Israel sehingga itu dipandang sebagai sikap ganda bahkan bisa melukai hati dan perasaan rakyat Palestina. Selain itu, hubungan ekonomi yang dibangun dengan Israel, secara tidak langsung menegaskan posisi pemerintah mengakui kedaulatan dan mendukung tindakan keji negara Israel atas penjajahannya yang menyengsarakan Palestina.

Dilansir dari radarlombok.co.id bahwa nilai ekspor produk NTB ke negara yahudi itu mencapai 400 ribu dollar AS atau sekitar Rp 5,8 milliar, angka yang tidak kecil memang. Dalam situasi dan kondisi ekonomi yang sedang memburuk akibat wabah corona, tentu angka ekspor ini termasuk menggembirakan. Tetapi pertanyaan besarnya adalah kenapa ekspor ke Yahudi? kenapa bangsa penjajah ?. Apakah rasa kemanusiaan kita harus tergadai dengan rupiah? ada sisi lain kita sebagai seorang manusia yang punya hati, naluri dan rasa yang jauh lebih berharga dari sekedar mendapatkan keuntungan yang tak seberapa di hadapan-Nya. KAMMI dengan tegas tidak membenarkan menggadai nilai-nilai kemanusiaan dengan alasan apapun. Oleh karna itu Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB menyatakan sikap:

1. Mengutuk sikap Pemerintah NTB dalam hal ini Gubernur atas tindakanya yang membangun hubungan dalam bentuk dan apapun namanya dengan Israel melalui Dinas Perdagangan dengan alasan apapun karena tidak sesuai dengan amanat dalam pembukaan UUD1945.

2. Stop ekspor produk UKM NTB ke Israel dan putuskan segala bentuk hubungan kerja sama dengan zionis Israel laknatullah.

3. Menyerukan kepada semua masyarakat NTB, NGO, dan lembaga kemanusiaan untuk sama-sama mengawal kemerdekaan Rakyat Palestina dan ikut serta menyatakan sikap yang jelas dan tegas atas sikap pemerintah NTB dalam hal ini Gubernur yang bermesraan menjalin kongsi dagang dengan Israel.

4. Mendesak Gubernur NTB dan jajaran dalam pemerintahan untuk meminta maaf secara resmi dan segera bertaubat atas segala bentuk perbuatan yang dinilai bisa menyakiti hati umat Islam khususnya Rakyat Palestina.

5. Mendesak Gubernur NTB untuk segera mencopot Kepala Dinas Perdagangan NTB

www.lombokfokus.com

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings