Beranda Uncategorized Rasa Bosan Berubah Jadi Usaha

Rasa Bosan Berubah Jadi Usaha

14
0


LOTENG
|  Keluar masuk Malaysia jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) membuat salah seorang pria asal Paok Dandak, Desa Durian, Lombok ini memiliki mental yang kuat dan membuat jiwa usahanya menjadi tangguh.

Untuk mewujudnya jiwa seorang pengusahanya, Pria yang bernama Lengkap Sarjan ini membuat sebuah Bengkel yang bergerak dibidang Las di tanah kelahirannya.
Kini bengkel yang ia beri nama Bengkel Las “Sapu Rata” (SR) ini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat setempat, terutama para purna TKI yang semasa di Malaysia bergelut dibidang Las.
Terima berbagai macam jenis pesanan seperti Kanopi, Tralis, Pagar Pintu Henderson, Folding Gate, Stager, Stenles, dan beraneka jenis berbahan bangunan berbahan besi.  tentu dirinya tak mampu melakukannya sendiri. Dari itu dirinya mengaku mengajak rekan seprofesi semasa di Malaysia untuk berkerja dibengkelnya.
“Bengkel ini, tercipta dari rasa bosan jadi TKI dan atas rasa resah menjalani masa tua nanti” ungkapnya.
Dengan Kehadiran bengkel SR ini masyarakat tidak lagi susah mencari jasa Las ataupun pembuatan bahan bangunan berbahan besi lainnya.
Meski berlokasi di pelosok dusun Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, Bengkel SR ini mudah dijangkau bahkan pihaknya menyediakan kontak layanan telpon untuk pemesanan maupun konsultasi soal harga.
Bagi yang berminat memesan atau berkonsultasi seputaran pembuatan ataupun bertanya persoalan harga pihaknya bersedia melayani via kontak telpon : 081934300302
Ditanya soal pengalaman, Pemilik bengkel SR mengaku telah banyak melayani pemesanan ataukah pembuatan semua jenis yang ia terima. Baik yang Malaysia sana dan di Lombok setelah bengkelnya resmi beroperasi.
Bahkan, Saat media ini berkunjung ke Bengkel, terlihat sejumlah model barang pesanan warga berjejer di bengkelnya.
“Barang pesanan ini ada yang dari Lombok Timur, Lombok Barat, bahkan Mataram” Katanya.
Mengenai prinsip, Sarjan menuturkan bahwa dirinya telah lama menjunjung prinsip “Meski Serendah-rendah makanan waktu di Malaysia sana adalah seenak-enak makanan di Lombok, Tapi jauh lebih nikmat karena bisa bersama keluarga.
Intinya, Lanjutnya, di negeri orang kita bekerja maksimal kenapa tidak di tanah kelahiran kita berkerja ekstra demi masa depan keluarga.
www.lombokfokus.com

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings