Beranda Uncategorized INFRASTRUKTUR GEMILANG “75 Tahun Bakti PUPR Sigap Membangun Negeri”

INFRASTRUKTUR GEMILANG “75 Tahun Bakti PUPR Sigap Membangun Negeri”

10
0

Foto : salah satu pembangunan bendungan di NTB

Mataram,- Nusa Tenggara Barat sebagai provinsi kepulauan yang berpenduduk lebih dari 5,1 juta jiwa, dengan potensi sumberdaya potensial yang tersebar di kawasan-kawasan strategis, memiliki keunggulan competitive dan keunggulan comparative yang mumpuni, terutama pada sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, pertambangan,industri, kelautan dan perikanan. Salah satu pendukung utama untuk berkembangnya sektor unggulan pada kawasan-kawasan sentra produksi tersebut adalah adanya aksesibilitas dan konektivitas yang semakin terbuka dan lancar. 
Untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor unggulan tersebut, Pemerintah membuat agenda pembangunan memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.  Sebagai wujud konkrit dari agenda pembangunan tersebut, telah banyak dibangun berbagai infrastruktur untuk mendukung Provinsi NTB sebagai salah satu provinsi yang ditetapkan sebagai “destinasi unggulan pariwisata nasional” dan sebagai daerah “pendukung penyedia stok pangan nasional”. 
Kepala PU NTB H. Sahdan mengatakan “Pembangunan infrastruktur ke PU-an di Provinsi NTB dalam 10 tahun terakhir ini dapat dilihat perkembangannya dan dirasakan   manfaatnya dalam mendorong pergerakan perekonomian . Urgensi pembangunan infrastuktur semakin dirasakan ditengah persaingan ekonomi antar kawasan , karena dengan membangun infrastruktur dapat berperan sebagai stimulus bergeraknya beragam aktivitas . Melalui percepatan pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat dan tata kelola yang baik tentunya harapan terhadap terciptanya konektivitas  antar wilayah dan antar kawasan serta memupus kesenjangan antar wilayah, 
“Untuk mendukung aksesibilitas ke kawasan pariwisata, konektivitas antar wilayah dan antar kawasan terus dibenahi ini dapat terlihat dengan kondisi jalan arteri primer dan kolektor  di Pulau Lombok sebagian besar dalan kondisi mantap  demikian pula di Pulau Sumbawa  yang terus dilakukan penanganan untuk meningkatkan kemantapan jalan. Hal ini dapat dibuktikan dengan capaian kemantapan jalan nasional mencapai 96,35% dari panjang jalan 935,55 km, dan kemantapan jalan provinsi mencapai 80,08% dari panjang jalan 1.484,43 km. Prestasi yang cukup membanggakan diraih oleh pemerintah provinsi NTB dengan diakuinya Provinsi NTB sebagai Pusat Rujukan Nasional dalam Bidang Pengelolaan Jalan  Daerah,” jelasnya pada, Kamis 3/12/2020.
Pada tahun ini  penanganan jalan Nasional dan provinsi dilakukan dengan pola penanganan long segmen dengan  kegiatan pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan. Untuk mencapai target 86,6%  kemantapan jalan  provinsi  di tahun 2023 dilalukan upaya percepatan penanganan jalan provinsi dengan pola tahun jamak  sepanjang 545,56 km dan 34 unit jembatan tersebar di seluruh NTB yang pelaksanaannya dimulai pada desember 2020 sampai tahun 2022. Untuk konektivitas di daerah terisolir di kecamatan Batulanteh  pemerintah provinsi juga menangi akses jalan Batu Dulang – Tepal -Batu Rotok  total panjang segmen ini 36 km. Pemerintah Kabupaten Sumbawa sudah menangani sepanjang 10 km dan di akhir tahun ini provinsi membantu penanganan jalan sepanjang 24,3 km dengan pola penyiapan badan jalan dan pengaspalan pada daerah-daerah kritis.
“Keberadaan infrastruktur sumber daya air berkontribusi yang besar  dalam mendukung  peran Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu Provinsi penyangga pangan nasional . Hal ini ditunjukan dengan kesiapan untuk penyediakan air baku, sudah lebih dari 10 bendungan dan 226 embung  yang terbangun .   Pesatnya perkembangan penduduk dan industri menyebabkan ketimpangan antara ketersediaan air dan pemanfaatan air yang semakin besar , disatu pihak ketersediaan air dari sumber air mengalami penurunan akibat dari terganggunya catchment area dan dipihak lain kebutuhan akan air terus meningkat dengan penggunaan yang beragam. Meningkatnya erosi  yang membawa kandungan lumpur mengakibatkan pendangkalan pada tampungan air maupun sungai. Untuk menjamin layanan air irigasi selain dengan membangun bendungan  baru dan jaringan irigasi baru juga dilakukan peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi baik yang merupakan kewenangan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” tambahnya. 
Sementara  itu pada tahun 2020 ini salah satu proyek strategis  nasional di sektor sumber daya air di NTB yang telah pelaksanaannya yaitu Bendungan Bintang Bano Kabupaten Sumbawa Barat . Bendungan Bintang Bano ini merupakan bendungan multipurpose  yang memiliki daya tampung air 65,84 juta m3 yang mampu mengairi sawah seluas 6.695 ha , menyediakan pasokan air baku 555 lt/dt dan mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas 9MW, selain itu bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir. Rencana inponding bendungan Bintang Bano pada bulan Juni 2021. 
“Terdapat 3 lagi  proyek strategis nasional di NTB untuk bidang Sumberdaya air yaitu Bendungan Meniting di Kabupaten Lombok Barat , Bendungan Beringin Sila di Kabupaten Sumbawa dan Bendungan Tiu Suntuk Di Kabupaten Sumbawa Barat . Groundbreaking Bendungan Meninting dilaksanakan pada 19 September 2019 dan pelaksanaanya dimulai pada Januari 2020 dengan rencana inponding pada akhir tahun 2022. Bendungan ini mempunyai kapasitas tampung 9.91 jt m3 yang melayani sawah irigasi seluas  1.559 ha , penyediaan air baku 150 lt/dt dan penyediaan energi dengan kapasitas 0,8MW. Bendungan meninting nantinya bisa menjadi destinasi wisata baru warga kota Mataram dan sekitarnya.”
Bendungan Beringin Sila pelaksananya dimulai pada Januari 2019 dan rencana inponding pada akhir tahun 2022. Bendungan ini mempunyai kapasitas tampung  32,75 juta m3 untuk melayani sawah seluas 3.500 ha , suplai air baku 76 lt/dt  dan mampu mengahasilkan energi listrik dengan kapasitas 1,4 MW.  
Bendungan Tiu Suntuk pelaksananya dimulai pada Januari 2020 dan rencana inponding pada akhir tahun 2023. Bendungan ini mempunyai kapasitas tampung  55,90 juta m3 untuk melayani sawah seluas 1.743 ha , suplai air baku 68 lt/dt  dan mampu mengahasilkan energi listrik  dengan kapasitas 0,81 MW
Pembangunan infrastruktur keciptakaryaan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan air bersih, capaian kinerja cakupan air minum pada tahun 2019 sebesar 74,69% dari yang direncanakan sebesar 74,08%. Peningkatan kualitas Kawasan permukiman kumuh dilakukan dengan penataan Kawasan yang berada di sempadan sungai Jangkok dan pelayanan sanitasi serta penataan bangunan, capaian kinerja cakupan sanitasi di tahun 2019 mencapai 8,67% dari target 72,62%. Untuk mendukung Kawasan pariwisata di Senggigi pada tahun ini dilakukan penataan Kawasan di Bike Park Meninting. 
Sahdan kembali menjeskan “Pembangunan infrastruktur di KSPN Mandalika untuk mendukung rencana perhelatan MotoGP dirancang secara terpadu baik penataan kawasan , jalan , penyediaan air baku dan air bersih , pengelolaan sampah dan perbaikan hunian . Untuk konektivitas melalui Balai Pelaksana  Jalan Nasional NTB pada akhir tahun 2020  mulai dibangun jalan akses Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Kuta dengan typical desain overpass
dengan panjang tolal 17,34 kilometer yang terdiri dari empat lajur  lebar 50 meter dengan dua jalur cepat dan dua jalur lambat dan ditargetkan selesai di bulan Agustus  2021. Untuk mengejar target tersebut pelaksanaannya dibagi menjadi 3 paket penanganan paket-1 sepanjang 4,3 km, paket 2 sepanjang 9,7 km dan paket 3 sepanjang 3,36 km. Untuk mengantisipasi banjir di Kawasan tersebut Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I membangun pengendali banjir sepanjang 5 kilometer. Sementara itu Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTB menata kawasan wisata disekitar Kuta, pembangunan TPA Pengengat. Di tahun ini juga dimulainya program sarana hunian pariwisata (Sarhunta) yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah NTB dimana pemerintah memberikan stimulan rumah agar rumah masyarakat selain dapat berfungsi sebagai hunian yang layak juga bisa dimanfaatkan sebagai homestay.”
Terakhir Kadis PU mengungkapkan pada era pandemi covid-19 ini pembangunan infratruktur tetap berjalan. “Tidak ada pelaksanaan infrastruktur strategis yang ditunda namun pelaksanaannya dilakukan dengan skema relaksasi program dengan melalukan paket-paket multiyears kontrak. Dukungan pembangunan infrastruktur ke PU-an untuk membantu penanganan masalah dampak dari wabah covid-19 dilapangan dilakukan  melalui program padat karya untuk item pekerjaan tertentu,” tutupnya (*)
www.lombokfokus.com

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings