Beranda Uncategorized Warga Desa Kabul Minta Gubernur Bangunkan Akses Jalan dan Jembatan

Warga Desa Kabul Minta Gubernur Bangunkan Akses Jalan dan Jembatan

14
0


Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah didampingi ketua Pemuda Desa Kabul jhoni Sutangga menyusuri sungai yang menjadi akses ke desa tersebut

Lombok Tengah- Gubernur Dr. Zulkieflimansyah bersilaturahmi dengan warga Desa Kabul, Dusun Sape, Praya Barat, Loteng, Sabtu (16/01). 

Lokasi desa yang hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua serta kurangnya infrastruktur jalan yang memadai memaksa orang nomor satu di NTB ini harus berjalan kaki melintasi sungai dan jalan setapak. 

Melihat situasi tersebut gubernur langsung menginstruksikan jajarannya di Dinas Pekerjaan Umum untuk segera membahas pembangunan jalan dan jembatan ke arah desa ini. 

Meski demikian gubernur mengatakan Dikatakan pembangunan fisik harus  disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dengan memperhitungkan manfaat tanpa menghilangkan orisinalitas serta keasrian lingkungan setempat. 

“Kesederhanaan, keaslian dan keindahan desa terkadang menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri bagi orang modern yang merindukan desa,” ujar Dr. Zul. 

Namun demikian, Gubernur menginginkan kendala pembangunan di desa tetap menjadi perhatian dan tanggungjawab semua pihak mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten sampai pemerintah desa. 

“Pembangunan perlu ditata. Pembangunan fisik menegasikan pembangunan non fisik”, kata Gubernur. 

Kepala Desa Kabul,  Sahurin dalam kesempatan tersebut mengemukakan persoalan infrastruktur terutama jalan desa yang menjadi kendala aktifitas warga. Dikatakannya, meski dana desa sebesar 1,5 miliar belum mencukupi pos penggunaan infrastruktur sebesar 75 persen. Sisanya digunakan untuk pemberdayaan sebesar 15 persen dan Bumdes sebesar 10 persen. Ia mengatakan kondisi yang sama rata rata terjadi di sebelas dusun Desa Sape. 

Hal lain adalah soal sulitnya air saat musim kemarau bahkan terkadang untuk air bersih karena sawah di desa ini seluruhnya adalah tadah hujan. 

“Sebetulnya sudah dianggarkan untuk pembuatan sumur bor tapi terkendala dana karena dialihkan untuk BLT Covid 19”, ujar Kades. Ia juga berharap ada bantuan untuk permodalan bagi sebagian warga yang berprofesi pedagang selain bantuan untuk memulai rintisan desa wisata. 

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur yang didampingi beberapa kepala OPD provinsi dan kepala pemerintahan setempat menemui tokoh masyarakat dan pemuda. 

“Kami sangat bangga dan terharu, kampung kami di Lombok Tengah bagian selatan bisa dikunjungi orang nomor satu di NTB ” ujar Jhoni Sutangga salah seorang tokoh Pemuda setempat. 

Gubernur juga memberikan bantuan berupa modal usaha untuk mendirikan warung kopi, modal untuk beberapa usaha perorangan hingga bantuan seragam dan alat olahraga.(Red)

www.lombokfokus.com

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings