Beranda Breaking News KPU tolak usulan PAW PAN NTB terhadap Sukri

KPU tolak usulan PAW PAN NTB terhadap Sukri

715
0
Ketua KPUD NTB Suhardi Soud (Ist)

Mataram (Detikntbcom),- Komisi Pemilihan Umum Daerah Nusa Tenggara Barat (KPUD NTB) mengembalikan berkas usulan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) atas pergantian antar waktu Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) terhadap Calon Anggota DPRD NTB peraih suara terbanyak ketiga yaitu Sukri.

Penolakan tersebut menurut Ketua KPUD NTB Suhardi Soud karena tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Karena tidak memenuhi ketentuan pasal 19 ayat 1 huruf C, ayat 2 huruf F dan huruf G serta pasal 20 ayat 7 PKPU nomor 6 tahun 2017 tentang pergantian antar waktu angggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota,” ujar Suhardi dilansir dari Suara NTB terbitan (16/5) pada, Senin (17/5) di Mataram dila

Masih dilansir di media yang sama, dijelaskan Suhardi, KPU sudah melakukan verifikasi terhadap dokumen pendukung terhadap usulan PAW angggota DPRD Provinsi NTB tersebut sesuai dengan ketentuan pasal 22 dan pasal 23 PKPU nomor 6 tahun 2019. Salah satunya dokumen perolehan suara hasil pemilihan anggota DPRD Provinsi NTB dari dapil VI (Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima).

Diketahui berdasarkan Keputusan KPU NTB nomor 101/HK.03.1/KPT./52/Prov/V/2019 tentang penetapan rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara peserta pemilihan umum anggota DPRD Provinsi NTB tahun 2019, yang memperoleh suara sah terbanyak urutan kedua adalah Ika Rizky Veryani dengan perolehan suara sah sebanyak 7.337.

Sedangkan atas nama Sukrin yang diajukan sebagai calon pengganti antar waktu oleh DPW PAN NTB untuk mengganti Ady Mahyudi yang mengundurkan diri karena ikut maju pada Pilkada serentak tahun 2020 lalu, diketahui memperoleh suara sah terbanyak peringkat ketiga dengan perolehan suara sebanyak 6.821 suara.

“Sementara sesuai dengan ketentuan, yang berhak untuk diajukan sebagai pengganti antar waktu adalah Ika Rizky Veryani alias Chika sebagai peraih suara terbanyak kedua. Tapi yang diajukan adalah peraih suara terbanyak ketiga. Karena itu kami sampaikan tidak dapat dipenuhi,” jelasnya.

Selain melakukan verifikasi dokumen lanjut Suhardi, KPU NTB juga melakukan upaya klarifikasi dan konfirmasi ke berbagai pihak terkait. Sebab dalam surat usulan PAW tersebut dijelaskan mengapa PAN NTB mengusulkan caleg peraih suara terbanyak ketiga, karena caleg peraih suara terbanyak kedua yakni Ika Rizky Veryani telah pindah partai dengan menjadi kader PPP.

“Kami juga sudah konfirmadi ke DPW PAN NTB, DPP PAN, tentang status keanggotaan Chika. Berdasarkan hasil klarifikasi kepada beberapa pihak terkait itu, maka nama calon pengganti antar waktu yang telah ditetapkan oleh PAN NTB tersebut tidak dapat dipenuhi,” tegasnya.

“Walaupun di dalam surat itu dijelaskan bahwa Chika disebut telah menjadi anggota partai lain. Tapi setelah kami cek, tidak ada surat pemberhentian Chika sebagai kader PAN. Sementara untuk memastikan bahwa Chika bukan lagi kader PAN, maka harus ada surat pemberhentian yang diterbitkan oleh PAN,” pungkasnya.

KPU Provinsi NTB telah memberikan jawaban atas surat Ketua DPRD Provinsi NTB nomor 161/135/PP/DPRD/2021 tanggal 21 April 2021 perihal Pergantian Antar Waktu (PAW) angggota DPRD Provinsi NTB yang meminta untuk memverifikasi dan diterbitkan rekomendasi calon pengganti antar waktu angggota DPRD Provinsi NTB dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Melalui surat nomor 353 A/PL.02.6-SD/52/Prov/V/2021. KPU NTB menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa menindaklanjuti permintaan rekomendasi usulan PAW tersebut karena dinilai tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. KPU pun mengembalikan surat usulan PAW tersebut ke DPRD NTB. (Iba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here