Viral, mahasiswa demo dibalas surat ancaman scorsing dari kampus UMMat, netizen: lucu

Sejumlah mahasiswa tengah melakukan demonstrasi di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) menuntut pihak kampus untuk menurunkan biaya SPP di tengah pandemi Covid-19 (kreator/iba/Istimewa)

Mataram (Detikntbcom) – Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) kembali viral setelah sebelumnya viral kasus diduga tidak senonoh seorang biduan berjoget di dalam kampus saat UMMat menggelar HUT tahun lalu.

Dalam peristiwa tersebut pihak panitia meminta maaf dan mengakui khilaf.

Selain itu, viral juga ancaman pembunuhan terhadap mahasiswa yang diduga dilakukan oleh rektor UMMat beberapa tahun lalu karena melakukan aksi demonstrasi.

Baru-baru ini, kampus UMMat kembali viral pasca aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah Tertindas (ALMAMATER UMMAT) setelah diunggah akun bernama @Anjasmara di laman facebook miliknya pada, Selasa (18/10) 12 jam yang lalu.

Dalam surat yang diunggah tersebut, pihak kampus melalui dekan Fakultas Tehnik Pertanian UMMat Budy Wiryono memberikan ancaman peringatan kepada salah seorang koordinator lapangan (Korlap) aksi atas nama Anjasmara dari fakultas teknik pertanian.

Surat yang dikeluarkan tertanggal 13 Oktober 2021 bernomor 743/II.AU//SP/X/2021 perihal surat peringatan tersebut pihak kampus mengancam akan memberikan scorsing kepada mahasiswa karena telah melakukan aksi demonstrasi.

“Menindaklanjuti hasil rapat wakil rektor III dengan para wakil dekan II se-UMMat dan kepala BKKHP pada hari Kamis, 7 Oktober 2021 terhadap tindakan saudara berupa terlibat dalam korlap dalam unjuk rasa pada hari Senin 4 Oktober 2021,” demikian isi surat ditandatangani Dekan Fakultas Pertanian yang diposting oleh akun Facebook @Anjasmara.

Kedua, terlibat dalam lembaga kemahasiswaan yang bernama ‘Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah Tertindas’, yang mana lembaga tersebut tidak diakui keberadaannya dalam lingkungan UMMat dan tidak diperkenankan untuk melaksanakan kegiatan dalam bentuk apapun di dalam kampus UMMat.

Dengan surat tersebut, menyampaikan peringatan kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk diindahkan surat peringatan ini.

“Surat peringatan ini akan ditingkatkan statusnya menjadi surat pemberian skorsing apabila saudara mengulangi perbuatan atau melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kaidah akademik,” demikian ancaman dalam surat tersebut.

Selain Anjasmara, seorang mahasiswa lainnya yang juga ikut terlibat dalam aksi demonstrasi itu mendapatkan surat ancaman yang sama. Bahkan katanya saat dikonfirmasi media ini, ada juga ancaman yang lebih serius dari pihak kampus.

“Itu aja yang anjas tau. Tapi berdasarkan keterangan dari Wadek II tadi ada juga dari teman lain yang lebih keras lagi peringatannya,” ungkapnya.

Dari unggahan tersebut mendapatkan respon dari netizen. Dikomentari puluhan akun dan mendapatkan 40 like. Seorang netizen menganggap surat peringatan ancaman tersebut lucu.

“Lucu yah,” kata akun bernama @Dahyar Teta.

Selian itu, akun bernama @Arif Gester II menilai dengan dikeluarkannya surat tersebut sama saja mempermalukan kampus sendiri.

“Dengn dikeluarkan surat tersebut sama saja mempermalukan kampus itu sendiri,” kata akun itu.

“Bangun gerakan lagi.🔥🔥🔥🔥,” ajak akun @Zhul Karnain dengan 4 titik api membara mengomentari postingan tersebut.

Hingga berita ini dipublis, media ini masih mengupayakan konfirmasi dari pihak kampus UMMat. (Iba)